Tilap Dana Jaspel 2.451 Milliar, Kadinkes Gresik Langsung Dikecrek

0
239

GRESIK, BrataPos.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik resmi menahan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik Moh Nurul Dholam dalam kasus korupsi dana kapitasi atau Jasa Pelayanan (Jaspel) BPJS Pemkab Gresik tahun anggaran 2016-2017 sebesar 2.451 Miliar (31/8/2018).

Sebelumnya pada Selasa (28/8/2018) kemarin, Kejaksan Negeri Gresik menetapkan tersangka terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik dr. M. Nurul Dholam, namun tersangka tidak ditahan sehingga Kejaksaan memanggil tersangka.

Setelah dijadwalkan pemanggilan pada hari Jumat kemarin (31/8/2018) tersangka terlihat datang pada jam 08.20 WIB yang berpakaian baju batik dan langsung masuk ke ruang penyidik pidsus Kejaksaan.

Selama diperiksa tersangka sempat mengeluh sakit jantung. Kejaksaan pun tidak mau terkecoh lagi atas kebohongan tersangka. Lalu tim pidsus mendatangi rumah sakit Ibnu Sina Gresik untuk meminta bantuan pada medis agar dilakukan pemeriksaan.

Sekitar jam 9.30 WIB, mobil kesehatan lengkap dengan alat pemeriksaan monitor detak jantung digital, meteran pemantau tekanan darah dan didampingi spesialis dr  jantung datang dan masuk ke ruang penyidik pidsus.

Setelah diperiksa oleh tim medis sekitar 20 menit ternyata tersangka lagi-lagi hanya pura-pura sakit. Pasalnya dari hasil pemeriksaan medis ternyata tidak ada penyakit jantung yang ia keluhkan selama ditetapkan tersangka.

Sekitar jam 11.00 WIB tersangka Moh Nurul Dholam keluar dari runag penyidik langsung memakai baju rompi berwarna merah tahanan kejaksaan. Tidak hanya memakai seragam baju rompi tahanan, kedua tangannya pun dikecrek namun ditutupi baju rompi tahanan. Lalu dimasukan ke mobil tahanan dan dibawa ke lapas Banjarsari Cerme Gresik.IMG_20180831_145000Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Pandoe Pramukartika mengatakan, sesuai dengan pasal 21 sampai 26 KUHAP setelah ditetapkan tersangka itu langsung ditahan. Pada ditetapkan tersangka pada hari Selasa (28/8/2018) tidak ditahan pasalnya tersangka pura-pura sakit.

“Namun hari ini red (kamrin) kami tahan karena itu perintah dari UU, harus ditahan. kata Pandu didampingi Kasi Pidsus Andrie Dwi Subianto dan Kasi Intel Marzuki.

Lanjut Pandoe, akibat perbuatan tersangka ND ini, kerugian negara dana kapitasi hasil audit lembaga pemeriksa keuangan, mencapai Rp 2,451 Miliar yang masuk kedalam rekening pribadi tersangka.

Dalam menjalankan aksinya, pada tahun 2016, Dinkes mendapatkan program jaminan kesehatan nasional (JKN) melalui BPJS sebesar Rp 45 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar 60 persen digunakan untuk Jaspel di Puskesmas. Ditahun berikutnya tepatnya tahun 2017 Dinkes kembali mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 47 miliar.

“Namun dana jaspel yang masuk Puskesmas itu masing-masing dipotong 10 persen dengan jumlah bervariasi. Hasil potongan itu lalu ditampung di Dinas Kesehatan kemudian dimasukkan ke rekening ND. Namun tidak menutup kemungkinan aset yang berkaitan dengan dana Kapitasi yang ditilap oleh ND akan kami sita,” jelasnya.

Sementara Penasehat Hukum (PH) tersangka Suhartanto mengatakan, menyikapi penahanan terhadap klainnya ini, pihaknya berencana akan mengajukan penangguhan penahanan. “Untuk waktunya belum bisa ditentukan,” ujarnya.

ND akan dijerat pasal 2, 3, dan 11 E dan F Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 diubah UU 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun penjara, serta denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar. (jml)

Facebook Comments