Kapolres Malang Dengan Dandim 0818 Kukuhkan Da’i Kamtibmas Pertama di Indonesia

0
165

MALANG, BrataPos.com – Cegah kerawanan jelang kampanye pada Oktober mendatang. Hal itu Tiga pilar adakan silaturahmi dengan semua Ormas. Pertemuan itu berlangsung di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang, dimulai pukul 9.30 hingga pukul 11.00 WIB, Kamis (30/08/2018) dengan tema, Dukung Pilleg dan Pilpres damai.

Hadir dalam acara itu, Forkopimda Kabupaten Malang, Sekda, Asisten Kesra, Kesabangpol, Pasi Ops Kodim 0818, Pasi ter Kodim, Ketua KPU, Bawaslu, Ketua PC.NU, Ketua PD Muhammadiyah, Kasat Banser, Ketua Senkom, FKPPI, RAPI, Kapolsek se-jajaran Malang, Da’i Kamtibmas, Komunitas peduli Malang, Komunitas Arek Kepanjen dan Sakha Bhayangkara.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung SIK., SH., MSi dalam amanatnya mengatakan, sekarang sudah dipenghujung bulan Agustus dan sebentar lagi akan memasuki bulan 9. Sehingga 8 bulan lagi kita akan menghadapi Pileg dan Pilpres. Permasalah didepan akan semakin komplek.

“Hal itu bukan hanya tugas Polri, namun juga perlu mendapatkan dukungan dari TNI, Ormas, Organisasi Kepemudaan yang ada di Kabupaten Malang,” kata Kapolres.

Sekarang tahapan sudah dimulai, dan Polri akan melaksanakan Operasi Mantab Brata. Kita masih menunggu perintah Operasi dari Mabes Polri karena ini merupakan operasi terpusat.

“Acara ini diadakan, saat terilhami, beberapa bulan yang lalu saya menghadiri undangan pengajian dari Muhammadiyah di Lapangan Sumbersuko Tajinan. Saat itu ada uneg-uneg dari rekan Muhammadiyah, bahwa sudah puluhan tahun ada Da’i Kamtibmas. Tugas mereka adalah memberikan pencerahan dakwah kepada masyarakat, yang juga sebagai mitra Polri,” terang Yade.

Selain itu masih kata Yade, semua itu sifatnya pencegahan dengan dibantu oleh mitra-mitra Polri. Polisi lebih dominan bersama stakeholder yang lain, melaksanakan patroli. Dalam konteks ini kita gandeng Dai Kamtibmas dimana sudah ada 2 Da’i Kamtibmas di setiap Kecamatan. Saat ini, mayoritas adalah Da’i dari NU, mulai hari ini kita juga akan menggandeng Dai Kamtibmas dari Muhammadiyah. Nantinya, Dai Kamtibmas di setiap Kecamatan menjadi 4 orang yaitu 2 dari NU dan 2 dari Muhammadiyah.

“Kita punya kenangan buruk di Jatim, beberapa waktu lalu ada lebih dari 100 orang ditangkap karna aksi teror, diantaranya 6 warga Malang. Program Da’i ini menjadi yang pertama di Indonesia, semoga akan ditiru Kabupaten/Kota Lainnya,” tambah Yade.

Hal yang sama juga disampaikan Dandim 0818 Letkol Ferry Muzawwad.SIP, menurutnya, seluruh jajaran Kodim sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kita harus pahami tujuan dari acara ini. Karena terkadang hadir sebagai undangan, duduk diam mendengarkan, makan snack, pulang kemudian bablas angine. Perlu diingat, sistem pemerintahan kita adalah demokrasi, namun terkadang banyak salah mengartikan.

Dulu selalu ada musyawarah mufakat, tapi sekarang metode itu nyaris dikesampingkan. Demokrasi yang kita laksanakan seolah-olah demokrasi liberal, padahal demokrasi kita adalah demokrasi Pancasila. Namun praktek di lapangan berbeda, seharusnya, harus dibedakan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih parah lagi, ada kelompok yang biasa memplintir keadaan, lalu dihembuskan, kebebasan ini seperti itu tidak berdasar. Apapun yang diplintir untuk kepentingan kelompok akan menjadi ramai. Banyak berita bohong atau hoax, hal itu harus kita pahami secara matang.

“Banyak video beredar di masyarakat, misalnya masyarakat ditilang karena melanggar lalu lintas namun malah ngamuk-ngamuk. Perlunya kita hadir disini adalah untuk getok tular, mari kita sampaikan hal yang positif dan kritik yang membangun,” ujar Ferry.

Untuk itu, tambah ferry, adanya manipulasi agama untuk kepentingan politik, menghina dan menyerang pribadi seseorang dengan mengunakan Tim IT. Memproduksi dan menyebarkan berita bohong, menyebarkan informasi tanpa verifikasi terlebih dahulu, hal ini yang tidak boleh terjadi.

“Kemarin Pak Jokowi dan Pak Prabowo akur, beliau pelukan, kok kita yang dibawah gontok-gontokan, mau ribut sendiri. Saya berpesan pada Polri, agar bertindak tegas untuk pelaku yang berpotensi menimbulkan perpecahan,” imbuh Ferry yang dekat para wartawan itu. (ardian)

Facebook Comments