Tersangka ND Tidak Sakit, Kejaksaan Ambil Sikap

0
159

GRESIK, BrataPos.com – Setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan tersangka Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik dr Nurul Dholam dalam kasus penyunatan dana Kapitasi (Jasa Pelayanan) pada hari Selasa kemarin (28/8/18). Kabarnya tersangka sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik dengan mengeluh sakit jantung.

Kami Brata Pos mencoba menelusuri ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mencari info apakah tersangka Nurul Dholam benar-benar masih dirawat atau sudah meninggalkan RS. Setelah sampai di RS, Brata Pos langsung menuju ke ruang Paviliun lantai 4. Satu persatu kamar pun kami cek, namun semua kamar kosong.

Kami pun mencoba menemui petugas jaga, kami minta informasi pada Sunartik, Safron dan Edi Wahyu Priyanto petugas jaga, namun kami tidak banyak mendapatkan info terkait Nurul Dholam dirawat di ruang Paviliun. Kami pun diarahkan ke ruang informasi lantai dasar. Namun lagi-lagi kami diarahkan ke bidang pelayanan medik.

Setelah itu kami masuk ke ruang bidang pelayanan medik, kami ditemui oleh petugas Amanu, tidak banyak yang didapat informasi terkait kondisi kesehatannya tersangka Nurul Dholam. Pasalnya hasil rekam medik dibawa petugas bagian medik jadi saya tidak berani memberikan komentar, kata Amanu Rabu (29/8/2018).FB_IMG_1535502541829Terpisah Direktur Utama (Dirut) RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik dr Endang Puspitowati mengatakan, bahwa kemarin pada hari Selasa (28/8/2018) dr Nurul Dholam datang ke RSUD Ibnu Sina sekitar jam 9.30 WIB untuk periksa kesehatan. “Katanya mengalami nyeri di dada. Namun setelah kita CT scan ternyata tidak sakit jantung,” kata dr Endang Rabu, (29/8/2018).

Lanjut dr Endang mengatakan bahwa kondisi tekanan darah dr Nurul Dholam sangat tinggi. Tekanan darahnya tinggi diatas tekanan normal. Namun setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 5 jam, dr Nurul Dholam langsung pulang. “Kemarin (Selasa, red) sekitar pukul 15.30 WIB sudah pulang. Psalnya sudah tidak sakit,” kata Dirut RSUD Ibnu Sina.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Pandoe Pramoekartika mengatakan akan menjadwalkan pemeriksaan kembali sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi dana kapitasi atau dana jasa pelayanan (Jaspel) sebanyak Rp 2,451 Miliar. “Kita akan jadwalkan untuk memanggil kembali sebagai tersangka. Bila tiga kali dipanggil tidak hadir, maka kami mengambil langkah untuk panggil paksa,” kata Pandoe, saat Pres Relase. (jml)

Facebook Comments