Ditetapkan Tersangka, Kadinkes Gresik Pura-Pura Sakit

0
313

GRESIK, BrataPos.com – Setelah dilakukan serangkain pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan ahli oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik serta dilakukan audit untuk mengetahui besarnya kerugian negara oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Selasa (28/8/18) Kejaksaan Negeri Gresik menetapkan tersangka pada Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik dr. M. Nurul Dholam kasus penyimpangan dana kapitasi Jaspel BPJS Pemkab Gresik tahun 2016-2017.

Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Pandoe Pramukartika saat konfrensi pers mengatakan, untuk penetapan tersangka ND itu terlebih dahulu kami melalui proses panjang, mulai dari penggeledahan kantor Dinkes dan rumah pribadi Kadinkes. Setelah itu tim Kejaksaan melakukan pememeriksa 74 saksi dan juga keterangan ahli.

“Untuk saat ini kami belum bisa melakukan penahanan. Pasalnya tersangka ND ini kabar dari penasehat hukumnya sakit jantung dan sedang di rawat di Rumah Sakit Ibnu Sina. Namun setelah tim Pidsus mendatangi ke RS Ibnu Sina dan dilakukan pemeriksaan oleh dr. RS Ibnu Sina yang memeriksa, ternyata tersangka ND ini tidak sakit. Jelas itu sakit pura-pura,” bebernya didampingi Kasi Pidsus Andrie Dwi Subianto dan Kasi Intel Marzuki serta beberap penyidik Pidsus.IMG_20180828_201312Lanjut Pandoe, akibat perbuatan tersangka ND ini, kerugian negara dana kapitasi hasil audit lembaga pemeriksa keuangan, mencapai Rp 2,451 Miliar. Uang tersebut masuk kedalam rekening pribadi tersangka. Dalam menjalankan aksinya, pada tahun 2016, Dinkes mendapatkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS yang dianggarkan sebesar Rp 45 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar 60 persen digunakan untuk Jaspel di Puskesmas. Di tahun 2017 Dinkes kembali mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 47 miliar.

“Namun dana jaspel yang masuk Puskesmas itu masing-masing dipotong 10 persen dengan jumlah bervariasi. Hasil potongan itu lalu ditampung di Dinas Kesehatan kemudian dimasukkan ke rekening ND,” beber Pandoe.

Kejari sendiri juga telah menyita sejumlah barang bukti (BB) dari tangan tersangka ND saat melakukan penggeledahan pada 6 Agustus lalu. “Yang kami sita buku rekening dan sejumlah dokumen. Namun tidak menutup kemungkinan aset yang berkaitan dengan dana Kapitasi yang ditilap oleh ND akan kami sita,” paparnya. Tentang adanya keterlibatan tersangka lain, Pandoe mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman.

Tersangka ND akan dijerat pasal 2, 3, dan 11 E dan F Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 diubah UU 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun penjara, serta denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar. (jml)

Facebook Comments