Pengertian Hoak Dan Radikalisme Dikalangan Pers Dan Masyarakat

0
80

SURABAYA, BrataPos.com – Dalam rangka hari jadi media panjinasional yang ke 8 tahun Gatot Irawan sebagai pimpinan redaksi media panjinasional berkerja sama dengan Universitas STIE IEU surabaya untuk adakan acara Diskusi Publik. sabtu (25/08/2018).

Dalam acara diskusi tersebut mengambil tema PERS -KAMPUS ANTI HOAK DAN ANTI RADIKALISME, yang di hadiri oleh Kapendam V Brawijaya Kolonel Singgih Pambudi Arinto, Kasi Komunikasi Dinas Kominfo Jawa Timur Eko Setiawan, Humas Polda Jatim diwakili Kompol Putu, Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP. Sugiati, Tokoh Pers Eko Pamuji , Kejaksaan Tinggi Jatim diwakili oleh Muib, SH, MH.Li sebagai Kepala Seksi Ideologi, Politik, dan Hankam Kejati Jatim, Rektor STIE IEU Dr. Oscarius Wijaya MH. MM. dan Ketua Dewan Kehormatan Peradin Jatim Frans Lutfi Rachman S.H, M.H. dan peserta dari mahasiswa serta para wartawan dari berbagai media massa.

Gatot Irawan Pimred media Panjinasional dalam sambutannya mengatakan, diadakan diskusi publik supaya mahasiswa dan masyarakat mengetahui apa itu berita hoax, berita hoax umumnya ada pada media online dan bukan media cetak, katanya.

Karena dalam media cetak terdapat beberapa filter sebelum berita tersebut dimuat. Sementara media online kebanyakan hanya ditangani oleh satu orang tanpa filter yang ketat, pungkasnya.

Menurut Eko Setiawan Kasi Kominfo Jatim, Untuk menangkal berita hoax sangat mudah sebenarnya, cukup tidak ikut menyebarkan berita tersebut. Maka berita hoax itu akan terhenti dan tidak akan menyebar kemana – mana, terangnya.IMG-20180826-WA0039Orang membuat berita hoax tentunya ada tujuan tertentu, ada tujuan politis dan ada juga dengan tujuan bisnis yang mengambil keuntungan dari orang yang mengklik link tersebut. Berita hoax tidak semuanya berita negative ada juga berita positif, lanjutnya.

Eko dalam kesempatan itu juga memberikan sedikit cara, Kemana kita bisa mengecek berita tersebut hoax atau bukan, bisa dibuka google image.com atau bisa download aplikasinya.

Rektor STIE IEU Oscarius Wijaya dalam paparannya mengatakan bahwa Hoax di media sosial upaya instan merubah orang toleran menjadi Radikalisme, Radikalisme secara umum merupakan suatu upaya untuk merubah tatanan sosial secara instan atau cepat, katanya.

Dengan adanya Hoax di media sosial menjadikan seseorang yang toleran menjadi radikal secara instan, sebelum adanya medsos Minimal 5 – 10 tahun seseorang tidak bertanggungjawab merubah orang menjadi Radikalisme, setelah ada medsos mereka hanya butuh 2 tahun, jelasnya.

Kegiatan Diskusi Publik dilaksanakan di Kampus untuk bisa menciptakan sinergi antara mahasiswa dan jurnalis dalam menyikapi banyaknya berita hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan untuk mengantisipasi tumbuhnya faham radikalisme dimana kampus – kampus dan mahasiswa sebagai target sasaran mereka dalam merekrut dan mempengaruhi anggota baru. (red)

Facebook Comments