Bangunan Sekolahan Sumber DAK Tahun 2018, Diduga Lepas Pengawasan Pihak Dinas Terkait

0
468

SAMPANG, BrataPos.com – Bahwa proyek renovasi RKB itu, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Sesuai ketentuan, pengguna anggaran (Kepala Sekolah-red) harus melibatkan  Komite Sekolah dan warga sekitar dalam mengerjakannya.

Selain itu. Pelaksana proyek juga harus memajangkan papan nama di sekitar proyek. Tujuannya, agar khalayak ramai dapat mengetahui besaran anggaran yang dipakai. Tapi anehnya, dari sekolah tersebut, tidak memasang papan nama. Tentu saja banyak kalangan bertanya-tanya.

Padahal, papan nama sangat diperlukan. Ketika media Brata Pos ini melakukan pantauan di lokasi (25/08/2018), bahwa pekerjaan renovasi/RKB yang mengunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), kebanyakan tak terlihat ada papan nama.

Salah seorang guru salah satu sekolah yang mendapatkan/proyek itu, ketika ditemui di pekarangan sekolah, guna menanyakan papan nama yang tak dipasang, “saya belum ada pengalaman mas tahun 2011 tidak ada yang menanyakan papan nama   katanya. Pria paruh baya ini hanya bisa mengarahkan agar media ini langsung saja menemui Kepala Sekolah, “bapak langsung saja sama Kepala Sekolah. Tapi Kepala Sekolah sekarang sedang rapat, “imbuhnya.IMG_20180825_145157Terpisah, ama halnya dengan pekerjaan renovasi gedung di beberapa sekolah lainnya  Ketika media Brata Pos ini melakukan pantauan ke sekolah tersebut, kondisi beberapa ruang kelas belajar tampak sedang dibongkar. Bahkan, Plafon bangunan pun ikut dibongkar. Sayangnya, pelaksana proyek tidak memasang papan nama.

Dilihat dari sikap dan keberanian pelaksana proyek untuk tidak memasang papan nama, perlu dilakukan pengawasan lebih serius. Tujuannya, untuk menjaga hasil pekerjaan yang lebih optimal. Tanpa papan nama dan tidak diketahui barapa anggarannya, Perihal proyek apapun yang sumber dananya dari negara, harus mengacu pada UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomer 14 tahun 2008 serta Perpres nomer 50 tahun 2010 dan Perpres nomer 70 tahun 2012 yang berisi bahwa setiap bangunan yang dibiayai negara harus memasang papan proyek.

Dengan tidak dipasangnya papan nama proyek, masyarakat tidak bisa ikut serta mengontrol dan mengawasi. Sedangkan papan informasi adalah sarana informasi bagi masyarakat yang perlu diketahui publik, sehingga tidak timbul kecurigaan pada pihak lain.

Disitu akan tertulis berapa nilai anggaran, darimana anggaran kegiatan dan volume kegiatan yang sedang dikerjakan. Media sebagai kontrol sosial bagi masyarakat juga ikut mengawasi kegiatan yang bersumber dari pembiayaan negara. Untuk itu hendaknya harus secara transparan agar tidak terjadi kecurangan.

Jika dalam pekerjaan proyek yang sumber dananya dari pemerintah tidak ada terpakainya papan nama proyek tersebut diduga terindikasi proyek siluman dan tak tahu berasal dari mana dana yang di maksud. Seharus Dinas terkait malakukan himbauan bahwasannya semua sekolah yang mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK)  supaya memasang papan nama gimana halnya sudah tertuliskan di UU Keterbukaan Informasi Publik “KIP. (ryn/far)

Facebook Comments