Warga Gulbung Menilai, Proyek Saluran Air Dikerjakan Asal-asalan

0
638

SAMPANG, BrataPos.com – Warga Desa Gulbung, Dusun Serapong, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang keluhkan dengan adanya pembangunan saluran air dan plat beton di lingkungan pemukiman mereka. Pasalnya proyek yang dibiayai oleh Dana Desa (DD) dikerjakan asal-asalan. Warga menilai proyek tersebut tidak sesuai (RAB) instruksi bangunan. Sedangkan proyek tersebut dibangun dengan anggaran  Dana Desa Tahun  2018, sebesar Rp. 130,967,168 Rupiah.

Pekerjaan tersebut telah dianggap selesai sebelum waktu yang di tentukan, namun ternyata saluran air dan plat beton tidak layak dan kurang profesional dalam pekerjaan. Warga sekitar kegiatan tersebut menyangkan dengan adanya proyek DD (Dana Desa) di dusun Serapong pasalnya dikerjakan asal-asalan.

Dana tersebut diutamakan untuk pembangunan infrastruktur demi pemerataan ekonomi masyarakat. Namun sangat disayangkan jika Dana Desa digunakan hanya untuk keuntungan pribadi atau memperkaya diri sendiri.

Apalagi jika ada oknum-oknum yang punya niat untuk meraup keuntungan dari dana desa tersebut ini sangatlah merugikan masyarakat. Oleh karena itu penggunaan dana desa hendaknya di awasi oleh semua pihak terutama masyarakat setempat.

janganlah takut untuk melaporkan jika melihat dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana desa. Desa Gulbung, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang adalah salah satu desa yang mendapatkan bantuan DD, namun sangat disayangkan dalam pengelolaan dana desa tersebut diduga hanya sebatas mencari keuntungan pribadi dan juga sebagian dikerjakan terindikasi asal-asalan.IMG_20180818_084212Sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu warga dusun Serapong yang namanya tidak mau di tuliskan. Warga tersebut mengatakan “pekerjaan saluran ini tidak layak masak hanya begitu saja,” keluhnya. Saya sendiri membenahi dan sudah habiskan 2 semen dan itu dari dana pribadi saya, imbuhnya.

Dari keterangan warga kami mencoba untuk konfirmasi kepada Kepala Desa (Kades) Gulbung melalui telepon selulernya beliau tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan. “saya tidak tahu mas karena sampai saat (ini red) belum ada laporan ke saya,” dakihnya beliau (kepala desa) Gulbung. (ryn/far)

Facebook Comments