Warga Desa Beruh Heboh Dengan Adanya Warga Yang Kurang Waras

0
391

SAMPANG, BrataPos.com – Desa Beruh Dusun Baban dihebohkan dengan adanya salah satu warga dusun Baban yang dianggap kurang waras (gila) dan mengamuk pada setiap warga sekitarnya, namun tidak ada tindakan apapun dari pihak keluarga untuk mengantisipasi supaya bisa tidak membiarkan Supriyah warga yang kurang waras dibiarkan berkeliaran dan terkadang telanjang bulat berkeliling desa.

Warga dusun baban keluhkan karena apa yang telah dilakukan oleh Supriyah terhadap warga sangat merugikan dan menakutkan, kehawatiran warga semakin mencuat karena apa yang dilakukan Supriyah akibatkan perusakan, “tembakau saya di cabuti dan saya alami kerugian,” ungkap Husni warga dusun baban yang merasa di rugikan. Husni (warga) sendiri sudah memberikan teguran pada pihak keluarga namun teguran itu tidak ada tanggapan.IMG_20180816_121841Dengan adanya kejadian ini dan banyaknya keluhan warganya H Rusdi al. Pak Hoyeti Bin Abdullah sebagai kepala dusun beliau melakukan tindakan dengan memukul kerena sudah banyak merugikan masyarakat namun beliau malah di laporkan oleh pihak keluarga ke pihak yang berwajib, atas dugaan tindak pidana panganiyaan sebagaimana di maksud dalam pasal 351 ayat (1) KUHP.

Saya juga alami kerugian yang lumayan besar atas perilaku supriyah (gila) yang merusak saluran air minum (paralon) sampai kerusakannya parah dan tidak bisa mandi dan minum, kata pak Abbas tokoh masyarakat di dusun baban tersebut,vdengan banyaknya keluhkan warga pihak media melakukan konfermasi terhadap Kades (kepala desa) beruh AKH. Amin.

Saya selaku kepala desa telah melakukan tindakan perihal laporan masyarakat terkait tindakan supriyah (gila) yang meresahkan warga,” ungkapnya. Saya mendatangi saudara sepupunya yang rumah bersebelahan dengan terlapor dan bermusyawarah namun hasilnya nihil dan tak ada tanggapan, imbuhnya.

kepala desa (kades) sendiri juga mendatangi rumah yang bersakutan dan ditemui adik dari supriyah (fausah) dan memdapatakan petunjuk dari fausah untuk bisa kasih tau pada saudara lelakinya bertempat tinggal di surabaya (sudi) setelah di hubungi melalui tlpn selulernya suruh menghungi nanti karana ada acara dan tidak bisa di hubungi kembali no tlpn (sudi)

Kades Akh Amin sudah tidak bisa berikan toleransi lagi dan akan memberikan perawatan yang layak. (ryn/far)

Facebook Comments