by

Kades Segoromadu Diringkus Tipikor Polres Gresik

GRESIK, BrataPos.com – Lagi-lagi Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Gresik tersandung kasus korupsi Dana Desa (DD). Kali ini Kades Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik yang berinisial SH (49) warga Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik yang diciduk Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Gresik Rabu, (15/8/18).

Kades Segoromadu dijadikan tersangka oleh Kepolisian Reser (Polres) Gresik atas tindak pidana korupsi tiga sumber keuangan desa, yakni Pendapatan Asli Desa (PAD), Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), Bantuan Keuangan (BK), dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHP). Desa Segoromadu mendapatkan anggaran sebesar RP. 1,568 Milliar tahun anggaran 2017. Dana tersebut untuk peningkatan infrastruktur seperti Drinase dan jalan permukiman serta kebutuhan desa lainnya. Namun oleh Kades dikorupsi.IMG-20180815-WA0027Tersangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 244 juta lebih dalam kasus proyek menggunakan Dana Desa (DD) yang ternyata fiktif. Dana itu awalnya sebesar Rp 1,2 Miliar lebih untuk realisasi belanja tahun anggaran 2017 dari 11 kegiatan pembangunan pada tahun 2017.

“Tapi setelah dilakukan pemeriksaan dan dilakukan pemantauan di lokasi selama 4 bulan, pekerjaannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya serta tidak sesuai dengan RAB,” kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro yang didampingi Kasat Reskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Lanjut Kapolres, dari hasil audit atau pemeriksaan oleh ahli dari Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Gresik memang sudah jelas ditemukan pekerjaan proyek tidak sesuai dengan RAB.

“Modus tersangka ini tidak membentuk panitia pelaksana, padahal dalam peraturan Bupati Gresik pasal 30 ayat (1) No 7 tahun 2017, kepala desa harus membentuk panitia pelaksana pada setiap kegiatan pembangunan,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Kapolres, pada 2017 pemerintah menetapkan anggaran ke Desa Segoromadu sebesar Rp 1,56 Milliar lebih, dari jumlah dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastuktur dan jalan kemukiman, namun setelah dilakukan pengecekan fisik pekerjaannya fiktif.

“Terungkapnya kasus tersebut setelah penyidik Tipikor melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Sebelumnya, polisi mendapat laporan dari masyarakat bahwa pengelolaan dana beserta realisasi kegiatan pembangunan Desa Segoromadu Kecamatan Kebomas tidak.IMG-20180815-WA0028Dalam penyelidikan, polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti, buku kas umum, buku tabungan simpede Bank Jatim, satu bandel buku kas masuk dan bukti kas keluar dan laporan pertangungjawaban pengguna dana desa serta sejumlah bukti lainnya.

“Tersangka dikenakan dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tersangka juga diancam dengan pidana penjara minimal empat tahun, maksimal 20 tahun. (jml)

REKOMENDASI UNTUK ANDA