Keharmonisasian Budaya, Apakah Harus Merubah Nama Jalan….?

0
46

SURABAYA, BrataPos.com – Hari ke dua Gerakan Peduli Rakyat Suroboyo (GPRS) dan Keluarga Besar Rakyat Surabaya Perjuangan (KBRSP) yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat, masih menggelar aksi damai di depan pintu masuk gedung DPRD Kota Surabaya, Sabtu (11/8/2018).

Menurut kordiinator aksi Yanto Banteng mengatakan, di hari kedua ini, kami masih menolak keras, upaya perubahan nama jalan Dinoyo dan jalan Gunungsari, Kita Jangan pernah lupakan sejarah. Karena dua nama jalan itu mempunyai sejarah yang tinggi di kota Surabaya, katanya.

Meskipun hanya sebagian, kami tetap menolak, Tidak ada tawar menawar dan kami menuntut hasil pansus harus dicabut, tambanya.

Dalam hal ini seorang dewan wakil rakyat dan pembelah rakyat Vinsensius Awey, angkat bicara, Saya pikir ini suasana rapat sudah tidak kondusif. Karena tidak mau mendengar sisi lainnya, dimana yang terdampak adalah masyarakat. Saya menghargai gagasan dari Gubernur untuk harmonisasi budaya.

“Tapi apakah harus dengan mengubah kedua jalan ini? Nama ini sudah ada sejak abad ke 18. Bahkan saat penjajah masuk kesini tidak merubahnya. Tapi kenapa kita yang justru masyarakat sini malah merusak tatanan,” kata Awey usai keluar dari ruang sidang.IMG-20180811-WA0025Seandainya penetapan nama jalan itu terjadi, masih ada langkah yang bisa dilakukan. Pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan gugatan hasil penetapan perubahan nama jalan, tambanya. (Bnd)

Facebook Comments