Sebanyak 5000 Kartu BPNT Belum Disalurkan, Ada Apa Ini?

0
85

PASURUAN, BrataPos.com – 5000 kartu BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai ) di Kabupaten Pasuruan sampai saat ini belum tersalurkan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sosial (Dinsos) mentargetkan akhir Agustus ini, seluruh kartu sudah di tangan kepada keluarga penerima manfaat.

Gunawan Wicaksono, selaku Plt kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan, belum sampainya kartu BPNT sebagai pengganti dari program rastra (beras sejahtera) dikarenakan ada beberapa factor, yakni perubahan data penerima yang ternyata telah meninggal dunia. Tidak hadirnya KPM saat penyaluran hingga permasalahan adminstrasi.

“Contohnya saja awal Juni lalu, ada 13.884 KPM yang belum mendapatkan kartu BPNT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.810 tidak hadir saat penyaluran, data yang meninggal 909 KPM. Sedangkan yang masih ditunda berjumlah 1.165 KPM. Sekarang sudah masuk bulan Agustus. Banyak yang sudah kita salurkan, hanya menyisakan sekitar 5000-an kartu saja,” kata Gunawan saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (9/8/18).

Dijelaskannya, setiap KPM mendapatkan bantuan senilai Rp.110 ribu yang dibagikan perbulan dalam bentuk kartu. Lalu kemudian bisa ditukar dengan beras dan telur pada agen Bank BNI sebagai rekanan yang ditunjuk.

“Bedanya dengan rastra yang perlunya langsung, kalau lewat kartu BPNT ini, KPM harus mengambil ke agen BPNT yang ditunjuk, yakni Bank BNI. Sedangkan penerima kartu BPNT ini adalah KPM penerima rastra, tapi belum mendapatkan kartu PKH (Program Keluarga Harapan),” imbuhnya.

Perlu diketahui, penyaluran kartu BPNT ini sudah mulai dilakukan sejak bulan Mei 2018 lalu. Total KPM se-Kabupaten Pasuruan dengan berjumlah 109.031 KPM, terdiri dari 44.098 KPM dan 64.933 KPM Non PKH.

“Sedangkan untuk 5000 KPM yang belum mendapatkan kartu BPNT akan kembali diverifikasi dan validasi data, agar tidak ada kesalahan dalam jumlah maupun target penerimaan kartu BPNT itu sendiri. Termasuk untuk KPM yang bermasalah admistrasi seperti nama antara KTP atau KK yang tidak termasuk di kartu BPNTnya. Ini agar nantinya tahun depan akan masuk dalam penerima BPNT,” pungkasnya. (Joko S)

Facebook Comments