Giliran 20 Kepala Puskesmas Diperiksa Kejaksaan

0
500

GRESIK, BrataPos.com – Kasus pemotongan dana Kapitasi dari BPJS tahun anggaran 2016-2017 yang dilakukan oleh oknum Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik terus dikembangkan oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, guna memastikan siapa yang terlibat dalam pemotongan dana Kapitasi. Sebelumnya pada hari Kamis (9/8/18) kemarin, tim Kejaksaan sudah memanggil 12 kepala Puskesmas beserta Bendahara dari 32 Puskesmas se-Kabupaten Gresik.

Hari ini Jumat (10/8/18) giliran 20 kepala Puskesmas dan Bendahara dipanggil oleh tim Kejaksaan. Sekitar jam 09.00 WIB, satu persatu tampak kepala Puskesmas dan Bendahara masuk ke ruang penyidik pidsus. Kurang lebih 8 jam diperiksa satu persatu keluar dari ruang penyidik pidsus. Namun saat awak media yang menunggu di luar dan melontarkan pertanyaan tidak ada satu pun kepala puskesmas dan bendahara buka suara, bahkan lari kejaran wartawan dan langsung memasuki mobil.

Pemeriksaan kali ini lebih cepat dari pemeriksaan 12 kepala Puskesmas kemarin (9/8/18) yang memakan waktu kurang lebih 10. Namun pemeriksaan hari ini (10/8/18) hanya memakan waktu 8 jam. Kemungkinan besar tim Kejaksaan sudah mengantongi calon tersangka, sehingga pemeriksaan 20 kepala puskesmas tidak memakan waktu lama.IMG_20180810_163253Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik Andrie Dwi Subianto saat konfrensi Pers mengatakan, yang jelas hari ini tim Kejaksaan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada 20 kepala puskesmas dan bendahara. Dari 32 Puskesmas semuanya sudah selesai diperiksa.

“Dari hasil pemeriksaan semua kepala puskesmas dan bendahara, kami menemukan bukti tambahan. Sudah ada temuan baru, yang jelas yang disunat oleh oknum Dinas Kesehatan lebih dari 500 juta,” kata Andrie.

Lanjut Kasi Pidsus. Mulai penggeledahan pekan lalu, tim Kejaksaan terus bekerja sehingga statusnya sekarang penyidikan, pasalnya pemeriksaan dikebut, sehingga statusnya penyidikan.

“Minggu depan kami menjadwalkan Kepala Dinas Kesehatan dr Nurul Dholam dipanggil untuk dimintai keterangannya,” tutup Andrie.

Seperti yang diberitakan sebelumnya. Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik yang terdiri dari Kasi Intel dan Kasi Pidsus mendatangi kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik Senin, (6/8/18). Sekitar jam 8.00 pagi WIB tim Kejaksaan yang diback-up oleh petugas dari Kejaksaan Agung dan tim Black Panther Polres Gresik langsung menuju ke ruang kerjanya Moh Nurul Dholam Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik yang berada di lantai 2.

Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Gresik berhasil menyita 2 komputer, 2 laptor, 10 handphone, buku tabungan pribadi Kadinkes dan puluhan buku tabungan yang ditemukan serta sejumlah dokumen.

Selain obok-obok kantor Dinkes, tim Kejaksaan Negeri Gresik juga obok-obok rumah pribadi Nurul Dholam. Dari rumah tersebut tim Kejaksaan juga berhasil membawa barang bukti. (jml)

Facebook Comments