Bentuk Kepedulian Rakyat Surabaya Terhadap Sejarah

0
69

SURABAYA, BrataPos.com – Beberapa elemen masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Peduli Rakyat Suroboyo (GPRS) dan Keluarga Besar Rakyat Surabaya Perjuangan (KBRSP) menggelar aksi demo di depan pintu masuk gedung DPRD Kota Surabaya. Jumat siang (10/8/18).

Untuk menyuarakan suara rakyat menolak keras pergantian nama jalan yaitu Jalan Dinoyo dan jalan Gunungsari. Patut diketaahui jalan Dinoyo diganti menjadi Jalan Sunda dan Jalan Gunungsari diganti menjadi Jalan Prabu Siliwangi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya dasar penolakan pergantian nama jalan di Surabaya oleh GPRS dan KBRS adalah tidak ada urgensi antara keutuhan antar daerah maupun berbangsa dengan adanya pergantian nama jalan.

Adapun tuntutan dari para pendemo yang disampaikan oleh koordinator Yanto Banteng Tolak dan Cabut hasil Pansus DPRD Kota Surabaya terkait pergantian dua nama jalan Dinoyo dan Jalan Gunungsari.

Anggota pansus harus ingat akan sejarah, jangan pernah melupakan sejarah. Dua nama jalan tersebut mempunyai sejarah yang tinggi di kota Surabaya, jangan seenaknya mengganti nama jalan itu, kata Yanto Banteng.

Demontrasi juga dihadiri oleh veteran yang merupakan saksi hidup sejarah jalan Dinoyo dan jalan Gunungsari.

Menurut anggota DPRD kota Surabaya Vinsensius Awey yang akrap dipanggil Away dari partai Nasdem mengatakan, Kita semua telah diikat dalam NKRI dan bukan kerajaan lagi, maka dengan sikap Gubernur Jatim seperti itu sama saja membuka luka lama yang seharusnya tidak perlu, kata Away.IMG-20180810-WA0036Serta perlu dipertimbangkan lagi, perubahan nama jalan ini akan mempengaruhi sisi administratif masyarakat kawasan itu, warga akan direpotkan dengan ganti KTP, KK serta dokumem penting lainnya, tambah Away.

Jalan merupakan hasil konsensus publik. Artinya pemilik jalan adalah publik. Penamaan jalan tentu mengandung nilai sejarah kearifan lokal setempat. Kandungan nilai sejarah yang ada adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan. Sehingga pemerintah tidak bisa serta merta merubahnya.

Jalan Dinoyo dan Gunung Sari sudah ada sebelum pemerintahan Jatim maupun pemerintahan kota Surabaya terbentuk. Jangan karena memiliki kekuasaan lantas menunjukan AROGANSInya. Kekuasaan digunakan untuk mensejahterahkan warganya dan bukannya menyakiti dan menyulitkan warganya. Hargai dan hormatilah mereka wahai kawan-kawan dewan, lanjutnya.

Perlu diketahui, pergantian nama jalan Dinoyo dan Jalan Gunungsari atas usulan pemerintah propinsi Jawa Timur. Namun dalam proses pergantian nama itu banyak dipandang masyarakat Surabaya sebagai langkah yang keliru. Sehingga banyak gerakan penolakan dari elemen masyarakat yang salah satunya dilakukan oleh GPRS dan KBRS hari ini. (Bnd……./bersambung)

Facebook Comments