BANK SAMPAH JADI TOPIK UTAMA DALAM AUDENSI MMD DI PEMKAB SAMPANG

0
220

SAMPANG, BrataPos.com –┬áMasalah bank sampah kembali jadi topik utama dari kegiatan audensi hari kamis (9/8/18) sekitar jam 09.30 WIB. Bagi rekan rekan MMD (Mahasiswa dan Masyarakat Desa) untuk bisa memberikan solusi lebih baik tentang adanya beberapa Bank sampah yang belum berjalan sebagai mana mestinya.

Dalam kegiatan audensi PJ Bupati Jonathan Judianto tidak bisa hadir karena menghadiri rapat di luar kota, dan di wakili oleh asisten dua Saryono yang telah diberikan mandat oleh PJ Bupati Sampang untuk bisa melaksanakan audensi tersebut.

Sama seperti sebelumnya pembahasan masih dalam upaya untuk memaksimalkan bank sampah yang ada di kota Sampang. Di dalam audensi juga menghadirkan kadis DLH yaitu Misdi dan juga kabid kebersihan Syarifuddin.

Dalam permasalahan bank sampah tersebut ditepis oleh pihak DLH dengan menghadirkan kader lingkungan yang sudah memaksimalkan TPS T di polagan. Namun permasalahan yang sebanarnya bukan TPS T / bank sampah yang berada di polagan.

Tapi ada beberapa titik yang belum di jalankan contoh seperti di jalan di Trunojoyo dan di jalan pemuda baru diduga bank sampah tersebut tidak difungsikan. Namun dalam audensi tidak mengarah pada persoalan yang jadi tunututan rekan MMD.

Tapi malah membahas TPS T yang sudah difungsikan oleh kader lingkungan setempat. “Saya kira pembahasan tersebut melenceng dari permasalahan yang kami tuntutkan,” ungkap usman ketua MMD. Kami tidak permasalahkan TPS T Polagan tapi sebagian titik yang belum berfungsi sebagaimana mestinya, sambung dia.IMG-20180809-WA0018Lanjut ketua MMD Sampang itu menjelaskan bahwa dia juga mempertayakan perencanaan pembagunan bank sampah, tetapi lagi-lagi jawaban dinas DLH tidak konkirt, bahkan seakan akan pembagunan bank sampah tidak bisa menjawab permasalahan sampah yang ada di kabupaten Sampang dan pemerintah seakan-akan tidak punya target dan tujuan dalam pembagunan bank sampah tersebut.

Bapak Saryono sendiri mengatakan “supaya untuk bisa lebih giat lagi peningkatan kinerja oleh pihak DLH dan masyarakat harus mempunyai kesadaran akan adanya bank sampah bukan untuk dibiarkan tapi juga di fungsikan,” sambung dia.

Kadis DLH keluhkan kurangnya tenaga kerja yang sangat terbatas kendaraan oprasioanal pun sudah tahun tua, jadi berharap pada masyarakat sekitar juga ikut andil dalam permasalahan sampah di kota Sampang.

Tanpa kesadaran masyarakat sendiri semua tidak akan berjalan sesuai apa yang semua harapkan, karena produksi sampah setiap hari diduga 500 ton sampah yang harus di kelola, pungkasnya. (ryn/far)

Facebook Comments