Paska Penggeledahan Kantor Dinkes, Pintu Ruang Kerja Kadinkes Dikunci

0
244

GRESIK, BrataPos.com – Paska dilakukan penggeledahan oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik kemarin (6/8/18), terkait dana Kapitasi dari BPJS yang diduga disunat oleh oknum pejabat Dinkes. Ruang kerja Kadinkes dr. Moh Nurul Dholam tampak terkunci. Tampaknya situasi di lingkup kantor Dinkes masih dilimuti rasa dek-dekan. Namun pelayanan berjalan seperti biasanya. Tampak pegawai Dinkes sibuk melayani masyarakat.

Sampai ber jam-jam kami Brata Pos menunggu Kadinkes, namun tidak nampak wajahnya. Pintunya dikunci mas, pak Kadinkes tidak ada di ruangan. Saya tidak tahu kemana,” cetus Jikan staff Kadinkes Moh Nurul Dholam.

Kami pun melanjutkan ke rumah pribadinya yang berlokasi di Kecamatan Manyar yang kemrin juga digeledah oleh tim kejaksaan Negeri Gresik, namun rumah yang sangat mewah itu nampak sepi. Kami mencoba memanggil tidak ada orangnya.

Sementara Wakil Bupati Gresik, Moh Qosim saat ditanya oleh wartawan terkait penggeledahan di kantor Dinkes yang diduga korupsi Dana Kapitasi dari BPJS tidak banyak bicara. Tadi pagi sekitar jam 8.30 WIB Moh Nurul Dholam ke ruangan saya. “Tapi saya minta sama dia (Nurul Dholam) untuk kopratif,” kata Qosim.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gresik, Marjuki mengatakan, masih fokus dengan dokumen-dokumen kemarin (6/8/18) yang disita dari kantor Dinkes. Sementara kami masih terus fokus untuk menteliti dokumen yang terkait dengan kasus tersebut,” kata Marjuki.IMG-20180807-WA0088Terpisah, Fitriyah Kusumawati Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Gresik mengatakan, dana Kapitasi adalah besaran pembayaran setiap bulan yang dibayar diawal kepada pelaku fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

“Berdasarkan jumlah peserta atau pasien yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Pelaku FKTP ini bisa Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit dan Klinik perorangan yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” katanya.

Menurut Fitriyah, besaran dana pelayanan itu berfariasi antara Rp 5.000 sampai Rp 6.000 untuk pelayanan satu pasien.

“Kreteria besaran itu tergantung kelengkapan masing-masing Rumah Sakit. Kalau peralatan dan jumlah dokter lengkap, dana Kapitasi bisa Rp 6.000,” imbuhnya.

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 21 Tahun 2016, Dana Jaspel sendiri atau dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan kepada Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan bagi peserta JKN yang besarannya tidak diperbolehkan untuk dipotong. Dana Kapitasi sendiri sumber dananya berasal dari hasil pengelolaan dan pengembangan dana iuran peserta JKN oleh BPJS Kesehatan.

Diberitakan sebelumnya. Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik yang terdiri dari Kasi Intel dan Kasi Pidsus mendatangi kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik Senin, (6/8/18). Sekitar jam 8.00 pagi WIB tim Kejaksaan yang diback-up oleh petugas dari Kejaksaan Agung dan tim Black Panther Polres Gresik langsung menuju ke ruang kerjanya Moh Nurul Dholam Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik yang berada di lantai 2. Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Gresik berhasil menyita 2 komputer, 2 laptor, 10 handphone, buku tabungan pribadi Kadinkes dan puluhan buku tabungan yang ditemukan serta sejumlah dokumen. (jml)

Facebook Comments