Tim Kejaaksaan Negeri Gresik, Obok-obok Kantor Dinkes

0
239

GRESIK, BrataPos.com – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik yang terdiri dari Kasi Intel dan Kasi Pidsus mendatangi kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik Senin, (6/8/18). Sekitar jam 8.00 pagi WIB tim Kejaksaan yang diback-up oleh petugas dari Kejaksaan Agung dan tim Black Panther Polres Gresik tiba di kantor Dinkes langsung menuju ke ruang kerjanya Moh Nurul Dholam Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik yang berada di lantai 2.

Setelah masuk ke ruang kerjanya Kadinkes, satuan kusus pemberantasan korupsi sempat meminta kunci berangkas kepada Moh Nuru Dholam, namun dirinya berdalih bahwa kunci hilang. Terpaksa tim Kejaksaan membuka paksa berangkas dengan alat seadanya. Saat dilakukan penggeledahan Moh Nurul Dholam terlihat duduk di kursi pojok ruangannya dan hanya bisa pasrah setelah tim kejaksaan berhasil membuka berangkas. Saat keluar dari ruang Kadinkes, tim kejaksaan menyita satu komputer, satu laptor, handphone, buku tabungan dan sejumlah dokumen.

Tidak hanya ruang kerja Kadinkes yang digeledah. Sekitar jam 9.30 WIB tim kejaksaan juga menggeledah ruang kerja Sekretaris Dinkes Gresik, Saifudin Ghozali, dan ruang Kasubag Rengram, Rusma Winda. Dari dua ruang tersebut, tim kejaksaan berhasil menyita satu komputer, satu laptop dan sejumlah dokumen. “Tolong bagi pegawai yang lain tetap di meja masing-masing dan jangan sampai ada memindahkan atau membawa berkas keluar dari ruangan,” ujar Kasi Intel Kejari Gresik saat penggeledahan berlangsung.

Tak lama kemudian sekitar jam 10.00 WIB tim kejaksaan lalu turun ke lantai dasar, diamana disitu yang dituju ruang kerja Kabid Pelayanan Kesehatan yang dijabat oleh Hari Tutik Rahayu. Di ruang tersebut tim kejaksaan hanya mengamankan sejumlah dokumen. Usai penggeledahan semua barang bukti seperti laptop, komputer, hp dan dokumen disegel.

Sekitar jam 11.00 WIB tim Kejaksaan meninggalkan kantor Dinas Kesehatan. Beberapa koper yang berisi dokumen hasil penggeledahan lalu dibawa ke kantor Kejaksaan dan dikawal oleh Black Panter Polres Gresik yang bersenjata laras panjang.IMG-20180806-WA0034Penggeledahan ini dibagi dalam 2 tim dengan diback-up oleh alat bantuan Forensik dari Kejaksaan Agung. Yang mana tim pertama melakukan penggeladahan di Kantor Dinkes Gresik. “Sedangkan tim kedua melakukan penggeledahan di rumah pribadi Kadinkes Moh Nurul Dholam, yang berada di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Saat dilakukan penggeledahan juga disaksikan oleh kepala Desa langsung,” kata Marjuki.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Pandoe Pramoe Kartika saat konfrensi pers mengatakan, bahwa penggeledahan ini terkait dugaan Dana insentif atau klaim atas jasa pelayanan (jaspel) medis terhadap pasien BPJS Kesehatan yang telah berobat di Puskesmas.

“Namun oleh oknum pejabat Dinkes Gresik, dana jaspel yang telah dibayarkan oleh BPJS itu rupanya tidak dicairkan sepenuhnya, melainkan dilakukan pemotongan sebesar 10 persen. Praktik ini terjadi tahun 2016-2017. Kerugian Negera totalnya, mencapai Rp 500 juta,” ungkapnya.

Pandoe menambahkan, nilai kerugian itu ditemukan dari hitung sementara di 8 UPT Puskesmas. Jadi hitungannya baru sampling di 8 Puskesmas dari jumlah 32 Puskesmas selama kurun waktu satu tahun mulai 2016 hingga 2017. Karena sementara yang sudah diperiksa baru 8 Puskesmas.

“Kami belum memanggil Kadinkes termasuk belum menentukan tersangka. Namun kasus ini sudah ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan. Sejauh ini baru ada 3 saksi yang dipanggil. Mereka adalah sopir dan 2 sekretaris pribadi (Sekpri),” jelasnya.

Kasus tersebut, berawal dari adanya pengaduan masyarakat yang kemudian didalami dan diambil sampling di masing-masing Puskesmas. Kami masih dalami siapa yang berperan dalam kasus ini.

“Dalam penggeledahan ini pihaknya telah menyita sejumlah bukti seperti komputer, laptop, handphone, buku tabungan dan beberapa dokumen yang berkaitan dengan pemotongan dana jaspel BPJS Kesehatan ini,” pungkasnya. (jml)

Facebook Comments