Oknum PNS di Kecamatan Pengarengan, “Arogan” Saat Dimintai Konfirmasi

0
962

Sampang, BrataPos.com – Terciumnya aroma tidak disiplin dalam bekerja, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kantor Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, berdampak menakutkan pada wartawan BrataPos.com yang bertugas di Sampang.

Betapa tidak. Setelah kami mendapatkan keterangan, kami pun mengkonfirmasi tentang temuan yang kami dapat pada inisial (S) yang menjabat (sekcam). Namun sungguh miris, bukan keterangan yang kami dapatkan tapi malah cacian dan tindakan anarkis secara lisan yang dilontarkan oleh seorang pejabat publik, yang seharusnya memberikan contoh dan mengaprisiasikan tindakannya, tapi malah sebaliknya.

Kami ingin mengkonfirmasi atas apa yang kami temukan di lapangan, justru malah kami di caci dan dia marah marah yang tidak jelas, ungkap Far wartawan media bratapos.com yang ingin konfirmasi.

Untuk diketahui, Pasal 3 angka 11 PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, mewajibkan PNS masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja. Dalam penjelasan pasal tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan kewajiban untuk

“masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja” adalah setiap PNS wajib datang, melaksanakan tugas, dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas.

Namun pabila berhalangan hadir, wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang. Keterlambatan masuk kerja dan/atau pulang cepat dihitung secara kumulatif dan dikonversi 7 ½ (tujuh setengah) jam sama dengan 1 (satu) hari tidak masuk kerja.

Sekcam yang berinisial (S) tersebut sempat mengancam dengan ancaman akan melaporkan kami (media) ke pihak yang berwajib sambil berteriak teriak. Padahal apa yang kami lakukan ber etika baik dan meminta supaya yang bersangkutan (sekcam) bisa mengklarifikasi atas apa yang terjadi. Untuk bisa mengimbangkan berita yang akan kami sajikan pada publik.

Saat itu juga (S) tersebut juga seolah -olah menantang kami (media) yang sedang meminta konfirmasi pada pihak terkait. “saya orang desa jangan macam-macam sama saya,” ungkap (S) pada kami media Brata Pos. Sungguh amat di sayangkan oleh kami, pasalnya tindakan pejabat tersebut sudah tidak menunjukan ber etika baik secara formal.

Entah kanapa ia marah-marah dengam kedatangan kami yang hanya ingin mengkonfirmasi tentang adanya temuan kami di lapangan, tutur Ryan sebagai kabiro Brata Pos. Seharus sebagai seoarang pejabat publik menunjukan kebijaksanaannya malah beliau melakukan tindakan anarkis secara lisan, imbuhnya.

Sementara Camat Pengarengan sampai berita ini dipublikasikan belum bisa dimintai keterangan terkait anak buahnya yang “arogan”. (ryn/far/bersambung……

Facebook Comments