Korbankan Tanah Kas Desa, Berdampak Pada Minimnya PAD Junrejo

0
369

BATU, BrataPos.com – Pendapatan Asli Desa (PAD) Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, senilai Rp 30 juta pertahun, kenyataan itu membuatbKepala Desa, Andi Faisal Hasan, mengeluh, Kamis (2/8/18).

Menurut dia, Desa Junrejo yang menjadi Ibu kota Kecamatan Junnrejo justru hanya namanya saja yang kesohor. Wilayah dengan jumlah penduduk sekitar 12 ribu jiwa ini mestinya punya potensi yang besar.

Maka tak heran, kalau pria yang sapaan akrapnya Faisal ini, membeberkan beberapa peristiwa kelabu. “Menurut dia Tahun 2003 silam tanah kas Desa seluas 5 hektar diminta Pemkot Batu untuk keperluan pembangunan sekolah SMA 2, Polres Batu, Kantor DPRD dan lapangan sepak bola, Junrejo, papar Faisal.

Untuk tu, Faisal mengisahkan aset desa yang  dipergunakan pada  kepentingan umum itu  ternyata berdampak pada minimnya pendapatan asli desa. “Jangankan mendapat ganti rugi, mendapat perhatian khusus dari Pemkot tidak pernah ada,” keluhnya dengan wajah memelas.

Untuk itu, Pria yang Lima tahun menjabat Kades ini, mengaku saat ini sedang disibukkan masalah urusan pengembalian aset Desa yang terkatung-katung. “Ada aset desa yang diklaim perusahaan asal Surabaya seluas 2.4 H. Diatas lahan itu berdiri bangunan  bekas pasar. Alhamdulilah saat ini aset itu  sudah dikembalikan ke  Desa,” tandas dia.

Untuk itu, lanjut dia, permasalahan tersebut, sempat mengganggu progam visi misi desa Junrejo. Menjelang masa purna tugas, Faisal segera merumuskan beberapa progam unggulan.

“Kami sudah menyiapkan sejumlah program untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Salah satunya, membangun Pasar sentra UMKM, Kampung UMKM, wisata kebun buah, Toserba dan Lokasi Out bound,” janjinya.

Dijelaskan pula,  terkait kampung UMKM, nantinya letaknya disatukan dengan kebun buah, petik buah duren dan kelengkeng. Sementara untuk Toserba, akan dibangun disebelah Gedung bulutangkis. “Lokasi Out bound akan ditempatkan di dataran tinggi Precet. Lalu Pasar sentra UMKM akan dibangun menempati area bekas bangunan pasar. Konsep Pasar centra UMKM, nantinya dikelilingi oleh stand dan villa tradisional,” bebernya.

Tak hanya itu, lanjut Faisal , setiap RW akan diberdayakan dengan beberepa program UMKM. Trad mark RW 6 sebagai home indutri krupuk miler dikembangkan.  RW 8 dengan pengrajin anyaman tas dikelola secara profesional. Sementara RW 9, dengan kampung UMKM, akan dibuat wisata UMKM.

” Dengan pleaning itu, warga  dididik untuk berwira usaha, supaya tidak selalu menjadi buruh. Jika konsep itu berjalan lancar, maka  PADes Junrejo akan meningkat pesat,” kata dia.

Ketika disinggung masalah pendanaan, suami dari Wiwik ini dengan lantang menjawab sangat optimis. “Sumber pendanaan nanti diambilkan dari Dana Desa (DD). Selain itu ada progam CSR dari Astra Jakarta yang siap membantu. Saya tetap optimis Junrejo akan bangkit, walau dengan segala keterbatasan,” pungkasnya.(Ardian)

Facebook Comments