Pengungkapan Kasus TPPU Oleh BNN

0
30

Surabaya, BrataPos.com – Pengungkapan kasus TPPU narkotika melibatkan jaringan Lapas dengan aset yang berhasil disita petugas total senilai Rp. 24 miliar dalam bentuk uang tunai, emas, motor, mobil dan rumah. Pengungkapan kasus itu dilaksanakan BNNP Jatim di tempat tinggal tersangka di jalan Mulyosari Utara nomor 45 Surabaya, Selasa (31/07/18).

Dari kasus ini, petugas menetapkan 5 orang sebagai tersangka, yaitu AW alias KW, Army Roza alias BOBI (narapidana kasus narkotika di Lapas Tanggerang), Ali Akbar Sarlak (warga negara Iran narapidana kasus narkotika di Lapas Tanggerang), TTA alias SE, dan LB.

Kepala BNN, Irjen Pol Heru Winarko mengatakan, terungkapnya kasus tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh Juvictor Indraguna beserta barang bukti berupa 8.3 Kilo gram sabu yang ditangkap pada bulan Maret lalu, dari kasus tersebut PPATK dan Direktorat TPPU BNN, melakukan pendalaman serta penyelidikan dan berhasil mengungkap transaksi aliran dana yang diduga berasal dari hasil bisnis narkotika, katanya.

Terhitung sejak Januari hingga Juli 2018, BNN telah mengungkap 15 kasus TPPU dan 22 tersangka dengan nilai aset mencapai Rp 127.099.503.874. Pengungkapan kasus TPPU ini membuktikan bahwa BNN bekerja dengan baik telah menangkap dan mengamankan bandar Narkoba di dalam penjara serta menghentikan bisnis narkotika, lanjutnya.

Menurut Kepala BNN Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menambahkan, modus operandi pencucian uang yang dilakukan oleh para tersangka melalui perusahaan money changer serta perusahaan fiktif yang bergerak di bidang emas dan tembaga sebagai sarana transaksi dan salah satu tersangka, yaitu TTA alias SE bahkan membuat identitas palsu dengan nama SE untuk membuka rekening di salah satu bank yang kemudian digunakan kekasihnya, yaitu Ali Sarlak, untuk melakukan transaksi perputaran uang hasil bisnis narkotika tersebut, tambahnya.

Dalam khasus ini tersangka melanggar Pasal 3, 4. dan 5 ayat (1) Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara selama 20 tahun dan denda maksima| Rp 10 miliar. (Bnd/irf)

Facebook Comments