Laris Manis Bisnis Seragam di Sekolah Negeri Kota Batu

0
428

Batu, BrataPos.com – Tahun ajaran baru sekolah sudah dimulai dua minggu yang lalu, tepat tanggal (16/7/18). Semua orang tua sibuk menyiapkan sejumlah uang untuk keperluan Sekolah anaknya. Bagi yang bekantong tebal, keperluan itu dianggap sepele. Tapi bagi warga menengah ke bawah, hal itu menjadi beban tersendiri.

Pasalnya kebijakan sekolah di Batu tidak ada yang meringankan warga yang berpenghasilan minim, termasuk keluarga pra sejahtera. Lalu apa parameter yang dipakai Diknas dalam PPDB, kalau semua dipukul rata biaya seragamnya. Belum lagi urusan titipan dari beberapa pejabat yang anaknnya ingin masuk di sekolah Negeri favorit.

Pantauan Media BrataPos.com di lapangan mendapati bisnis jual seragam Sekolah Negeri di Kota Batu. Sebut saja Eni, orang tua satu ini harus menanggung 3 putrinya yang semua butuh biaya sekolah. Anak pertama masuk SMA 2 Negeri dengan biaya seragam 1 juta. Yang kedua klas 5 SDN. Yang trakhir masuk SDN Junrejo dengan biaya seragam 400 ribu, itu belum termasuk biaya penjahit dan lain lain. Padahal suami Eni hanyalah sopir pribadi yang berpenghasilan UMR.

“Berat mas untuk bayar seragam anak anak, tapi mau gimana lagi, mau protes juga gak berani,” ujar Eni.

Lain lagi yang dialami Santi (nama samaran) anak semata wayangnya masuk SMPN 3 Batu dengan bayar uang seragam sebesar 1.3 juta, santi harus banting tulang sendirian. Rincian 1.3 juta itu mendapatkan bet sekolah, kain seragam biru putih, olah raga, pramuka, almamater.

“Berat mas, gak ada dispensasi dari sekolah. Padahal anak saya pinter lo mas. Kalau aku minta keringanan, nanti jadi masalah. Lalu apa gunanya dana BOS dan BOS da. Kalau sekolah swasta sih maklum.” aku santi.

Menanggapi keluhan beberapa wali murid, Ludi Tanarto, anggota Dewan yang membidangi Pendidikan saat dikonfirmasi merasa heran. Menurutnya masak kalau tidak bayar seragam tidak boleh sekolah. “Tolong mas kasih datanya, bagi warga yang tidak mampu bayar seragam, saya akan turun untuk membantu,” tutur Ludi.

Masih lanjut dia, Selama ini saya dan teman teman belum mendapat temuan itu. “Coba nanti kita chek di lapangan,” ujar pengusaha asal Junrejo ini.

Ditempat terpisah, Nursiasi MCW malang saat dimintai tanggapanya tidak banyak komentar. “Belum mas, saya gak bisa bicara banyak. Karna teman teman masih mencari temuan di lapangan. Nanti kalau ada temuan atau aduan, pasti wartawan saya hubungi. Hal itu demi menjaga kredibelitas MCW dimata publik,” kata Nursiasi via WA.v(Ardian)

Facebook Comments