Pasar Baru Gresik, Lembaga KPK Menilai Terindikasi Ada Pungli

0
632

Gresik, BrataPos.com – Polemik pemotongan stand pasar baru Gresik berbuntut panjang. Hal itu terjadi setelah pasar usai di bangun oleh Pemda Gresik. Alih-alih untuk mensejahterakan masyarakat malah sebaliknya mengsengsarakan sebagian pedagang yang terkena pemotongan stand. Kasus pemotongan stand itu mendapat respon dari Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga KPK) Jawa Timur.

Asmari. SH sebagai ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga KPK) Jawa Timur mengatakan, di pasar Gresik ini satu atap ada dua nama, pasar baru dan pasar impres. Namun pasar yang baru di bangun oleh Bupati tidak sesuai dengan surat yang dimiliki oleh pedagang.

“Seperti punyai Hj. Kamisi yang menempatkan di pasar impres, yang semula 30 meter namun setelah diverifikasi standnya malah berkurang alias dipotong oleh Disperindag. Dan ironisnya saya lihat dari situ harga tidak transparan dan tidak sesuai Perda. Saya nilai di pasar Gresik ini indikasi banyak punglinya. Banyak orang-orang berkatong tebal yang pesan stand disitu,” katanya kemarin (25/7/18).IMG-20180725-WA0022Lanjut Asmari, dirinya hanya bisa mengamati saja ketidak trasparannya sebagai kepala dinas perdagangan dan UPT. Dalam hal pemotongan seharusnya tidak boleh, masalhnya para pedagang ini sudah memiliki Surat Ijin Menempati (SIM).

“Saya akan lihat endingnya bagaimana, saya minta pada kepolisian kejaksaan biar menindak lanjuti kasus ini, jangan sampai masyarakat dirugikan dengan oknum pejabat pemerintahan yang ada di Kabupaten Gresik.

Asmari pun meminta Disperindag segera usut tuntas adanya dugaan praktik pungutan liar, dan harus tindak tegas siapapun yang terbukti bermain-main dengan jual beli pasar yang tidak sesuai dengan Perda.

“Kadisperindag harus buka mata terhadap persoalan, ini jelas-jelas sudah pungutan liar, jangan dibiarkan bebas,” pintanya. (jml)

Facebook Comments