Kapolres Ngawi Berikan Cinderamata Kepada Warga Desa Soco Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi

0
279

Ngawi, Brata Pos. com,- Kapolres Ngawi, M. B. Pranatal Hutajulu, S.H. S.I.K. M.H berikan cinderamata kepada Warga Desa Soco khususnya, umumnya warga masyarakat Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi Jatim yang diwakili oleh Kepala Desa Soco, Paryanto. Penyerahan ini dalam rangka silaturahmi di Desa Soco dengan tema “Angkringan Kamtibmas” Ayo Ngopi Karo Rembugan Ilmu Ngagawe Amane Ngawi untuk keamanan, ketertiban masyarakat Ngawi. Rangkaian acara tersebut diawali pembukaan acara oleh pengatur acara dari Polres Ngawi dilanjutkan perkenalan penjabat teras Polres Ngawi. Diawali Wakapolres, Kabag Sumda, Kasat Bimas, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kasat Narkoba, Kabag OP, Kasat Intelkam.

Usai perkenalan, beliau menyampaikan kata silaturahmi kepada seluruh warga Desa Soco, umumnya warga Kecamatan Jogorogo dari kalangan ulama, kyai, santri, para tokoh masyarakat, para tokoh pemuda, kalangan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Jogorogo, dan Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih Ranting Jogorogo, acara ini tidak ketinggalan tamu undangan dari Muspika Kecamatan Jogorogo dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi mengikuti acara Bapak Kapolres Ngawi. Acara ini diselenggarakan menurut Kapolres M. B. Pranatal Hutajulu, S.H. S.I.K. M.H mengatakan, ”Adalah program Kasat Bimas Polres Ngawi dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan, keamanan, ketertiban dan kerukunan. Salah satunya yaitu program silaturahmi dengan warga desa melalui “Angkringan Kamtibmas” Ayo Ngopi Karo Rembugan Ilmu Ngagawe Amane Ngawi.” tegas Kapolres.

DSCF3298

Di dalam sambutan Kapolres Ngawi menghimbau, menyampaikan tiga hal yaitu tiga pilar di desa 1. Kepala Desa 2. Babin Kamtibmas 3. Babinsa. Bagi warga yang melihat hal-hal yang mencurigakan di lngkungannya agar wajib melaporkan kepada Babin Kamtibmas, Kepala Desa dan Babinsa, ini hukumnya wajib untuk mencegah tigal hal yaitu, pertama mencegah adanya radikalisme (terorisme) yang akan merongrong keutuhan, keamanan, ketertiban dan memecah belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Ideologi Pancasila dan UUD 1945, kedua musuh kita adalah narkoba, kami berharap seluruh meningkatkan kewaspadaan lebih ketat lagi untuk melakukan pengawasan dan pendidikan kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa oleh karena itu zaman tahun-tahun yang lalu narkoba itu cukup di kota, sekarang sudah masuk desa bahkan masuk ke tingkat pelajar, SD, SMP, SMA, Mahasiswa. Maka dengan itu seluruh warga masyarakat, khususnya warga Soco, umumnya warga Kabupaten Ngawi untuk memerangi bahaya pergaulan narkoba. Karena narkoba akan mengacu kepada seluruh umat dan bangsa agar menjadi tidak sadar, kalua sudah tidak sadar warga masyarakat mudah dimasukan oleh oknum-oknum tertentu agar rusak secara moral.

Kapolres menambahkan. Negara-negara asing zaman dahulu untuk peperangan mengirimkan pasukan, tetapi kalau sekarang negara-negara asing yang sengaja untuk menggoyang negara-negara lain, khususnya di Indonesia cukup dengan obat-obat terlarang.” tegas Kapolres. Yang ketiga adalah musuh kita tentang korupsi terkait uang negara. Banyak dilakukan oleh oknum-oknum para pejabat yang tidak sadar bahwa uang negara itu dihambat, menganggapnya halal. Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh pejabat publik yang menggunakan anggaran negara, agar selalu hati-hati sesuaikan pelaksanaannya dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur oleh peraturan-peraturan pemerintah. Jangan coba-coba untuk melakukan perbuatan melawan hukum yang bukan haknya, karena itu ketika ada di desa yang melakukan penyalahgunaan wewenang, penyimpangan tentang pelaksanaan penyerapan anggaran negara (Dana Alokasi Desa dan Dana Desa). Jika diketahui warga akan terjadi pemicu permasalahan sampai dengan demontrasi.

Di sela-sela acara ini Kapolres menegaskan tentang penyakit masyarakat 5 M (Minum-minuman Keras, Mabuk, Pencurian, Madat, Perjudian) Perihal penyakit masyarakat musiman dewasa ini banyak curanmor, pencurian dan perampokan, hipnotis, penipuan, pembunuhan. Untuk itu kami selaku Kapolres Ngawi menghimbau jangan memberi kesempatan kepada orang-orang niat tidak baik, oleh karena pelaku tindak kejahatan itu ada waktu dan kesempatan. Salah satu contohnya menyimpan gabah di pinggir jalan, tidak ada penunggunya lalu ada orang lewat, dan berniatan untuk mengambil barang tersebut karena ada kesempatan dan kurangnya pengamanan (lalai), maka dari itu galakan Siskamling pengamanan lingkungan. Untuk tujuan melakukan pengawasan, ketika ada orang yang bertindak mencurigakan maka segera melapor kepada Tiga Pilar. Kapolres usai memberikan himbauan tersebut dilanjutkan dengan tanya jawab dibuka oleh Kapolres Ngawi, M. B. Pranatal Hutajulu, S.H. S.I.K. M.H barangkali warga ada yang mau disampaikan kepada kami, silahkan.” kata Kapolres Ngawi.

Pertanyaan diawali oleh Kepala Desa Tanjungsari, Mujimin. Pertanyaan Mujimin yang disampaikan kepada Kapolres adalah tentang kekeringan yang menimpa warga petani Desa Soco dewasa ini mereka gagal panen, akibat kekeringan karena kekurangan air, indikasinya menurut Kades Mujimin, air itu diambil oleh PDAM ke Ngawi, solusinya agar dibuatkan embung, atau dibuatkan sumur dalam, tolong disampaikan kepada Bupati Ngawi. Pertanyaan kedua adalah Kepala Desa Ngrayudan, Suwarno senada yang disampaikan oleh Mujimin,”memang itu benar, salah satunya dari Sumber Nogo dan sumber yang lain, ditarik dan disedot sangat besar oleh PDAM, hal ini mengurangi hak-hak para petani padi. Pertanyaan yang ketiga yang disampaikan oleh Kepala Desa Soco Suparyanto, tentang pohon-pohon di pinggir jalan PU Bina Marga yang mengancam keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar, yang umurnya sudah ratusan tahun dan sudah keropos mohon ditebang, saya sudah mengajukan proposal permohonan pengaduan kepada Dinas PU Bina Marga Kabupaten Ngawi, tidak ada tanggapan, terus bila ada warga yang tertimpa pohon tersebut, maka siapa yang bertanggungjawab, salah satu contohnya adalah anggota Kepolisian Polsek Kendal, pada bulan yang lalu saya tahu persis kejadian tersebut dan saya bawa ke Puskesmas untuk perawatan pertolongan pertama, maka dengan itu kami ajukan kepada Bapak Kapolres agar disampaikan kepada Bapak Bupati Ngawi. Pertanyaan yang kedua oleh Kades Desa Soco Suparyanto menyampaikan betapa susah dan sulitnya mencari SIM di Polres Ngawi sampai mengalami tes 10 kali tidak lolos mohon kepada Bapak Kapolres untuk dipermudah yang sudah layak atau wajib mempunyai Surat Ijin Mengemudi (SIM) mohon jangan dipersusah alias dipersulit, sambil disambut tepuk tangan yang meriah oleh warga.

Kapolres menjawab, “Insya Alloh akan kami koordinasikan dengan Kasat Lantas, sambil menengok Kasat Lantas yang duduknya ada dibelakang Kapolres. Untuk pertanyaan yang lain, seperi pertanyaan Kades Soco, Kades Tanjungsari, Kades Ngrayudan yang berhubungan dengan Pemda, kami sampaikan kepada Bapak Bupati besok pagi kami bertemu dengan Bapak Bupati dalam rangka gunungan di Ngawi. Untuk pertanyaan-pertanyaan yang lain kami buka lewat WA atau email saja.” tegas Kapolres sambil senyum meriah, disambut hangat oleh warga desa Soco.

Menurut warga peserta acara tersebut diatas, Nur Kholik (60) warga Desa Tanjungsari selaku tokoh masyarakat mengatakan kepada Wartawan Brata Pos, “Memang Bapak Kapolres Ngawi cukup ramah, dan dekat dengan rakyat kecil sehingga dikangeni dikagumi oleh warga masyarakat Kabupaten Ngawi.” katanya. (zainal)

Facebook Comments