Kasus OTT Batu Dipantau Tim Saber Pungli Menkopolhukam, LP KPK Mengapresiasi

0
941

Batu, BrataPos.com – Tim Saber Pungli Menko Polhukam menurunkan tim khusus (Timsus). Timsus Supervisi itu ditugaskan untuk memantau penanganan proses hukum kasus OTT Kota Batu dengan tersangka Yeyen (Nugroho Widiyanto).

Langkah itu, mendapat apresiasi dari Sekretaris Komda LP-KPK (Komisi Daerah Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan) Jawa timur, Zaibi Susanto. SH., MH. kamis (26/7/18) di Batu.

Menurut Zaibi, Timsus Menko Polhukam itu sebagai bentuk keseriusan dari aparatur penegak hukum dalam penanganan perkara dugaan Pungli.

“Yang perlu diingat, paska tertangkapnya Yeyen kala itu sempat menghebohkan Kota Batu. Selain pelaku menjadi terperiksa, juga beredar liar catatan nama-nama instansi yang mendapat aliran dana pungli beserta nominalnya lebih kurang 805 juta. Tapi anehnya instansi yang namanya dicatut kok gak nuntut balik ya,” tanya Zaibi.

Dengan begitu dia meminta, aparat hukum dalam fakta persidangan nanti, akan membongkar para pelaku penikmat uang haram tersebut.

“Kami juga meminta aparat hukum menelisik keberadaan GOR Gajah Mada Kota Batu, sebagai sumber peristiwa terjaringnya Yeyen. Gor Gajah Mana yang menelan anggaran APBD Kota Batu itu mencapai 25 Miliar rupiah. Bangunannya seperti apa megahnya, tanahnya kan milik Pemkot. Artinya Gor Gajahmada semestinya ornamen bangunannya megah layaknya istana. La ini, air di kamar mandi tidak menyala, papan scorenya masih manual, bukan LED. Awal diresmikan memang ada LED nya, tapi sekarang kok berubah jadi manual. Harusnya diaudit ulang dong, layak apa nggak,” sindir Zaibi.

Penggiat anti korupsi ini juga berharap, Yeyen dan PT. Gunadharma Anugrahjaya terduga pungli ini mau membuka siapapun yang menerima dana tersebut. Baik dari unsur politisi maupun Birokrasi.

“Buka aja dipersidangan nanti, jangan takut. Gak mungkin dong Yeyen mau jadi korban sendirian, bisa habis karir PNS nya. Apalagi saat penyerahan uang kan ada saksinya. Lembaga kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Karna kasus ini menjadi atensi Pimpinan di Jakarta (Komisi Nasional) Komnas LP KPK,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, sumber internal di Pemkot Batu yang namanya keberatan dipublikasikan ikut menimpali, bahwa Yeyen itu korban saja.

“Dia itu baik mas, pinter, familiar, kalau nggak ada Yeyen mungkin Block Office ini gak akan jadi. Saya yakin, kalaupun dia ikut memakai uang, jumlahnya tidak seberapa. Kasian dia jadi korban,” timpal sumber tersebut. (Ardian)

Facebook Comments