Hari Bhakti Adhyaksa ke 58, Kejari Batu Optimalkan Pencegahan Korupsi

0
216

Batu, BrataPos.com – Serangkaian puncak Hari Bhakti Adhyaksa ke-58 tahun 2018, Kejaksaan Negeri (kejari) Kota Batu bersama jajaran berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Batu, Senin, (23/7/2018) pagi di Jalan Suropati, Kota Batu.

Ziarah makam tersebut dipimpin langsung oleh (Kajari) Kota Batu, Nur Chusniah, SH.MH.

Dijelaskan Nur Chusniah, SH., MH bahwa pada moment Hari Bhakti Adhyaksa ke 58 ini, yang bertemakan “Berkarya dan berbakti sepebuh hati menjaga negeri” adalah sebagai bahan evaluasi dan instrospeksi diri agar memberikan karya yang lebih baik.

“Ya, moment Hari Bhakti Abdyaksa ini pada intinya sebagai bahan evaluasi dan introspeksi diri, agar memberikan karya yang lebih baik lagi dengan melakukan berbagai perubahan inovasi demi menjaga negeri dan institusi kejaksaan,” ujar mantan biro litigasi dan non litigasi KPK ini.

Ia menambahkan, “melalui kegiatan itu, tertanam jiwa patriot dalam diri setiap penegak hukum dalam lingkup Kejari Kota Batu dan menyadari bahwa kemerdekaan ini adalah hasil perjuangan para pahlawan,”imbuh wanita yang selalu ramah dengan para awak media ini. Pihaknya juga tetap melakukan upaya pemberantasan dan penindakan tindak pidana korupsi.

“Bukan hanya menindak, tapi juga mencegah. Khususnya melalui TP4D di Batu. Meski demikian, masih ada tindak pidana korupsi yang harus dilakukan penindakan,” ujar Kajari.

Menurut Kajari, pencegahan ini penting. Sebab, pihaknya ingin agar pembangunan berhasil dengan baik. Jika telah terjadi korupsi dan dilakukan penindakan, maka pembangunan bisa jadi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Yang lebih baik adalah bagaimana mencegah terjadinya perbuatan melawan hukum dan mencegah kerugian negara. Sehingga hal tersebut bisa diminimalisir.

Karena itu, pihaknya mulai bergerak dari awal. Mulai dari perencanaan pembangunan sudah dilakukan pendampingan dan pengawalan. Sehingga tidak terjadi kerugian negara.

“Jadi intinya supaya tidak ada kerugian negara. Jika kerugian negara bisa ditekan, maka bisa digunakan untuk pembangunan lain,” Tambahnya .

Kajari mengungkapkan, setiap tahun pihaknya menangani kasus tindak pidana korupsi. Dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi, tidak seperti penanganan tindak pidana biasa. Karena perlu pembuktian dan pendapat ahli. Namun sejauh ini tidak ada hambatan yang signifikan dalam penanganan suatu kasus.

Setelah acara tabur bunga di TMP,, dilaksanakan upacara memperingati HBA ke-58 di kantor kejaksaan setempat. Setelah itu, resepsi dilakukan dikantor Kejari yang baru, dihadiri Forpimda, para OPD, dan tamu undangan lainnya. (Ardian)

Facebook Comments