Terkait Tudingan Miring, Perhutani Batu Akhirnya Buka Suara

0
342

Kota Batu, Bratapos.com – Tudingan yang dialamatkan oknum Perhutani, ditengarai ada main mata dengan pihak pengembang. Tudingan itu terkait pengelolaan pemanfaatan lahan Perhutani yang dijadikan wahana wisata. Muncul spekulasi pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk Direktur (LP3KND) Supriyadi, menyikapi pemanfaatan area perhutani diĀ  Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Seperti yang sudah dilansir di media online, Bratapos sebelumnya.

Gencarnya berita di media online membuat Kepala (Mantri) Resor Pemangku Hutan Oro oro ombo Siswandi buka suara. Dirinya menganggap berita sepihak itu tidak fair.

“Selama ini kami bekerja secara profesional. Tidak ada kayu pinus yang ditebang. Kalau yang difoto berita itu bukan kayu pinus, tapi kayu jenis lain, yang sudah dibeli oleh pihak pengembang pada kita,” ungkapnya di sela sela ngepam kejuaran Pharalayang di gunung banyak Songgokerto.

Dia juga menambahkan, Di foto itu kayu dari pihak pengembang beli di pihak ke tiga jenis eucaliptus. Dengan keberadaan Wisata Coban Rais dan wisata BFG (Batu Flower Garden) masyarakat Dessel Oro oro ombo juga diuntungkan ekonominya.

“Banyak warga yang berkecimpung, misalnya tukang ojek, kantin dan tukang parkir. Siapa yang melaporkan mas?,” tanya Siswandi.

Dengan begitu, Siswandi menyarankan, kalau njenengan berkenan monggo kita ngomong bareng (anda kalau berkenan mari ngobrol) sama pihak pengembang wisata di Coban Rais.

“Kita juga sudah cek kok semuanya apa yang di beritakan pihak pengembang wisata. Dan kayu yang di beli pihak pengembang itu pun ada suratnya resmi mas. Ya maaf mas ya, saya mencoba meluruskan permasalahan ini aja,” ucap Siswandi.

Sementara Bos Batu Flower Garden, ( pemgembang wisata coban rais) Efendi saat dimintai keterangannya tidak ada respon. Menurut orang dekatnya, Efendi sibuk mengurus kebunnya di Nongko jajar Pasuruan.

Seperti diberitakan sebelumnya di Bratapos, Banyak tanggapan minor dari warganet. Ada yang men twit, di wisata Perhutani gunung banyak Songgokerto kecamatan Batu, harga indomi instan 25 ribu. Sehingga pengunjung banyak yang kecewa. (Ardian)

Facebook Comments