Supriyadi Minta Aparat Hukum Selidiki Oknum Perhutani Batu Yang Terindikasi “Main Mata Dengan Pengembang”

0
601

Kota Batu, Bratapos.com – Beredarnya kabar tak sedap, terkait dugaan oknum Perhutani dengan pihak pengembang menjadi perbincangan warganet. Beragam argumen dilontarkan, sebagaian besar mendukung media untuk membuka tabir itu. Perihal kerjasama pemanfaatan lahan Perhutani yang dijadikan destinasi wahana wisata.

Hal yang sama juga dilakukan Direktur Lembaga Pemantau Penyelenggara Pengeluaran Keuangan Negara dan Daerah, Supriyadi SH, ikut angkat bicara, Sabtu (14/7/18).

Dalam menyikapi hal tersebut, menurutnya aparat penegak hukum, jangan lalai dan sebatas melakukan pencegahan maupun penindakan dikalangan birokrasi saja. Pasalnya terkait lahan yang dikelola PT Perhutani, adalah aset besar negara yang jarang tersentuh hukum.

“Misalnya, di wilayah Kota Batu,  adanya indikasi, oknum Perhutani ada main mata dengan pihak pengembang. Seharusnya aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan, dimana titik titik yang diduga tempat mengubur pohon-pohon pinus. Dan disitu patut diduga ditebang oleh oknum perhutani, demi kepentingan pengembang,” saran Supriyadi.

Untuk itu, Supriyadi menyarankan, kalau dari aparat penegak hukum melakukan penyelidikan, setidaknya sudah ada jalan pintu masuk dalam melakukan pulbaket.

“Karena sumber yang dijelaskan dimedia online yang namanya dianonim tersebut, sudah menyebutkan dititik titik galian tanah yang ditengarai dijadikan penimbunan kayu-kayu tersebut,” dijelaskan.

Meski area titiknya belum disebutkan secara gamblang. Artinya, media harus bisa membantu kinerja aparat hukum. Dengan bukti dokumentasi, serta bisa menyebutkan dimana tempat tempat galian tanah yang ditengarai tempat menyembunyikan  kayu- kayu itu,” kata Supriyadi.IMG-20180714-WA0006Dengan begitu, menurut dia, adanya sangkaan yang melibatkan oknum Perhutani itu bisa terkuak dan tidak menimbulkan fitnah.

“Maka dari itu, kalau kabar tersebut tidak segera ditindaklanjuti, yang pasti akan  menjadi sebuah budaya. Karena aksi dari oknum itu dianggapnya aman dan bakal puas bermain dengan pihak
pengembang,” serunya.

Tak hanya itu, Supriyadi juga menyerukan, lahan yang dikelola Perhutani tersebut, adalah aset negara, yang mana hal itu sedang terabaikan. Sehingga oknum oknum yang nakal bisa bermain seenaknya dengan mendapat pundi pundi rupiah, demi keuntungan oknum oknum tertentu.

“Jadi aparat penegak hukum, dari Kepolisian dan Kejaksaan, bahkan Komisi Antirasuah (KPK) agar menyelidiki aset negara yang dikelola Perhutani. Itu aset besar kalau dikelola dengan benar dan bisa mendapatkan penghasilan negara yang cukup fantastis. Maka negara yang sedang dirundung hutang ke negara lain, setiidaknya bisa tercover,” sindir Supriyadi.

Seperti diberitakan Media Brata Pos kemarin (13/7/18), ada penebangan ratusan kayu pinus oleh oknum Perhutani di wilayah Coban Rais. (bersambung…..Ardian)

 

Facebook Comments