LP3ND Berharap Yeyen Mau Bongkar Pejabat Batu Yang Diduga Menerima Aliran Dana Suap

0
661

Kota Batu, Bratapos.com – Paska pelimpahan perkara tahap dua di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim terkait kasus pungli yang mendera  Nugroho Widyanto alias Yeyen, PNS di Pemkot Batu, yang sedang  menjalani penahanan di Rutan Kejati Jatim, Senin (9/7/18), Arif Fathony, kuasa hukum korban pungli, dari PT Gunadharma Anugerahjaya, yang ditengarai dilakukan Yeyen, dalam hal ini, Arif Fatthony mengaku lega Rabu (11/7/18).

“Kami sangat mengapresiasi proses hukum yang sedang berlanjut,” kata pengacara yang akrab disapa Tony ini.

Meski begitu, Tony sangat berharap, peristiwa  tabir sangkaan yang mendera Yeyen tersebut, diyakini tidak akan sendirian. Maka Arif sangat berharap dalam fakta persidangan nantinya, agar bisa membongkar dan mengembangkan oknum yang berpotensi mengarah ke tersangka- tersangka yang lain.

“Kami ingin Yeyen bisa mengungkap tabir aliran dana dari hasil pungli tersebut. Yeyen harus berani menyebutkan berdasarkan perintah siapa dan kemana saja pundi-pundi uang tersebut mengalir,” harap Tony.

Diakuinya, Tony, meski dalam proses pemberkasan terkait sangkaan tersebut memakan waktu cukup lama, karena pihak penyidik membutuhkan kehati hatian dalam menangani dugaan Pungli tersebut. Namun kami sangat bangga dan angkat topi, dari aparat hukum yang menangani proses hukum dengan baik.

“Kami sangat yakin aparat penegak hukum bakal membongkar tabir permasalan ini. Aparat hukum juga kami minta, supaya mengembangkan kasus tersebut. Artinya tidak hanya cukup sampai di Yeyen permasalahan ini,” pintanya.

Hal yang sama juga dikemukakan Direktur LP3KND (Lembaga Pemantau Penyelenggara Keuangan Negara dan Daerah) Supriyadi,. SH. Dirinya berharap Yeyen dengan jantan mau menyebutkan kemana saja aliran dana itu. Bahkan dalam fakta persidangan, sempat disebutkan beberapa instansi yang menerima aliran dana itu,” himbau Supriyadi.

“Saya mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum. Kalau perlu periksa semua, dari mana asal sumber berita yang mencatut nama beberapa oknum pejabat, yang mendapat kucuran dana itu. Biar tidak menjadi fitnah, kalau memang terbukti harus diperiksa dan dikembangkan, tidak pandang bulu. Karena, sudah saatnya Kota Batu bersih bersih dari korupsi,” pintanya.

Seperti diberikatan beberapa media, Yeyen kena OTT Tim Saber Pungli Polhukam pada 24 agustus 2017 di Kota Malang. Saat itu Perkara penanganannya dilimpahkan ke Polda Jawa Timur. Yeyen diamankan dengan barang bukti berupa uang Rp.25 juta, mobil Grand livina, 3 HP, print out bukti percakapan WA.

Suap itu diduga dilakukan oleh PT. Gunadharma Anugrahjaya, rekanan penyedia jasa, pembangunan GOR Gajah Mada Batu senilai 28.76 M. Saat itu Yeyen menjabat sebagai Kabid Cipta Karya dan Dinas PUPR. (Ardian)

Facebook Comments