Aksi Demo Oleh Relawan “Mantap”, Berakhir Ricuh

0
411

Sampang, Bratapos.com – Aksi demonstrasi ribuan massa yang menamakan diri Aksi Damai Relawan Mantap (Geram) di Kantor panwaslu sampang, Madura. Massa sempat rusuh. Massa yang sudah tidak sabar dengan menunggu hasil keputusan panwaslu Sampang tersebut melakukan aksi pelemparan batu dan botol Air mineral yang berisikan air dan ingin merangsek masuk ke kantor panwaslu.

Unjuk rasa yang sempat kisruh itu terjadi sekitar pukul 11. 30 WIB, Senin (9/7/18). Akibat aksi itu tercatat diduga 8 polisi terluka terkena lemparan batu oleh pendemo dan 6 orang wartawan media cetak terkena gas air mata akibat tembakan dari pihak brimob Polres Sampang.

“Selain perih di mata, membuat mata mengeluarkan air mata dan perih seperti terkena cabe, lemparan dari pendemo yang nyaris separuh anggota polisi terkena lemparan batu dari pendemo,” ujar T (anisial) salah satu pendemo.

Batu kapur berukuran kira-kira setengah kilo gram tersebut dilemparkan pendemo sesaat setelah aksi belum ada tanggapan dari pihak panwaslu tentang tuntuntan oleh pendemo yang telah lama menunggu dan berpanas panasan di luar kantor panwaslu.

Tanggal 7 juli 2018 Panwaskab mengeluarkan dua keputusan. keputusan pertama mengajukan permohonan pembukaan kotak untuk mendapatkan kepastian C7 kepada KPU Kabupaten Sampang guna bahan penyidikan serta uji material.

Namun tiba-tiba keputusan itu dianulir tanpa ada tindakan lebih lanjut dengan mengeluarkan keputusan baru dalam waktu singkat yang menyatakan seluruh pengaduan dari Tim Mantap tidak mengandung unsur pelanggaran karena di anggap tidak cukup dua alat bukti.

“Keputusan inkonsistensi itu telah menyebabkan Panwaskab melanggar keputusannya sendiri dan telah menyalah gunakan di luar kewenangannya,” ungkap salah satu pendemo yang namanya enggan di sebutkan.

Tuntutan kami 1. Mendesak Komisioner Panwaskab mundur dan kami laporkan permasalahan itu ke Bawaslu Jatim maupun Bawaslu RI.IMG-20180709-WA00312. Mendesak kepada Bawaslu untuk Segera mencabut keputusan Panwaslu Kabupaten Sampang yang cacat hukum selambatnya 3×24 jam sejak saat ini tanggal 09 Juli 2018.

3. Kami meminta kasus pelanggaran yang terjadi di Kabupaten Sampang diambil alih oleh Bawaslu Jatim dan Bawaslu RI.

4. Kami meminta KPU Kabupaten Sampang bertanggung jawab atas masih munculnya DPT Ganda dan orang meninggal yang belum tercoret dan di manfaatkan oleh pihak tertentu.

5. Kami Meminta KPU Kabupaten Sampang harus profesional dan bertanggung jawab terhadap kekacauan pelaksanaan pilkada kabupaten Sampang.

6. Meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang untuk ikut terlibat dalam menyelesaikan sengketa pilkada kabupaten Sampang 2018 yang telah diciderai oleh praktek kecurangan sistemis.

7. Jika tuntutan ini tidak di tindak lanjuti secara profesional dalam waktu cepat, maka kami akan melakukan aksi dengan kekuatan dan dukungan yang lebih besar,”¬† imbuhnya.

Menurut massa yang menamakan diri Geram itu adalah loyalis pendukung Pasangan Calon (Paslon) Pilkada sampang nomor urut 2. Mereka menolak hasil rekapitulasi akhir dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten sampang yang menetapkan kemenangan pasangan lain diduga karena terlalu banyak kecurangan yang telah dilakukan saat pencoblosan.

Pilkada sampang diikuti tiga pasangan calon nomor urut 1 pasangan calon H Slamet Junaidi dan H Abdullah Hidayat. Kemudian nomor urut 2 H Hermanto  dan H Suparto yang diusung koalisi (Partai Gerindra Partai Bulan Bintang, dan Partai Kebangkitan Bangsa), dan pasangan nomor 3 H Hisan dan H Abdullah Mansyur (PAN, dan Partai Demokrat). Keluar sebagai pemenang pasangan nomer urut 1, dengan perbedaan perolehan suara tipis dengan nomor 2. (ryn/far)

Facebook Comments