Maraknya Bangunan Hotel Dan Perumahan Tak Terkontrol, Debit Air Di Batu Menurun

by
IMG-20180707-WA0018

Kota Batu, Bratapos.com – Ulang Tahun PDAM Kota Batu ke 15, yang dikemas dengan Halal Bihalal masih banyak menyisakan PR. Pasalnya banyaknya keluhan dari pelanggan terkait tidak mengalirnya air di hari-hari tertentu membuat kecewa pelanggan.

Sebut saja Perumahan Wastu Asri di dusun Jeding Junrejo Kota Batu. Hari sabtu dan minggu, kawasan ini sering tidak mendapat aliran air PAM. Alhasil, warga perumahan sering mengeluh tentang kinerja PDAM.

Direktur PDAM Kota Batu, Edi Sunaedi, ST saat dikonfirmasi perihal tersebut tidak menampik. Menurut Sokeh (panggilan akrabnya) marakanya bangunan hotel, tempat Wisata, Perumahan yang terus menerus, membuat PDAM Batu harus berfikir kreatif.

“Tahun 2016 jumlah pelanggan mencapai 11.100, tahun ini jumlahnya mencapai 12.500. Sumber mata air mencapai 360 titik, mengingat di Batu ini banyak sekali pembangunan wisata, pembangunan Perumahan dan sebagainya,” katanya.

Lanjut Sokeh, hal itu berdampak pada spermatophyta. Yang kedua adalah sumur sumur bor, baik yang liar maupun yang ada izinnnya. Karena izin pengeboran harus dari Provinsi, Kota Baru hanya mendapat tembusan dan rekomendasi saja.

“Pengaruh lainnya adalah anomali cuaca, musim hujan dan kemarau tidak bisa dideteksi dengan baik. Sehingga tiga faktor inilah dampak debitnya bisa menurun di kota Batu,” jelasnya.

Kata dia contoh riil pada tahun 2010 yakni 29,5 liter per detik sekarang tinggal 16 liter per detik. Solusinya adalah mengajukan pemerintah untuk membuat Perda, yang Saat ini sedang berjalan, sehingga ada batasan-batasan terkait tentang cara mengamankan konservasi alam.

“Jika nanti Perdanya sudah jadi dan masih banyak yang melanggar, maka Satpol PP akan menindaknya. Kemudian menggunakan sumur sumur resapan di elevansi elevasi ketinggian tertentu. Saat ini hanya itu yang bisa kami lakukan,” pungkasnya. (Ardian)

Facebook Comments