Penasehat Hukum Terdakwa Menilai, Tuntutan Jaksa Bertentangan

0
47

Gresik BrataPos.com – Sidang lanjutan kasus pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian terhadap korban Sholihah tak lain tetangganya sendiri dengan terdakwa Muhammad Choirul (41) warga Jl. Sindujoyo Gg XVIII/85 RT 03 RW 01, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik Selasa, (3/7/18).

Sidang yang diketuai majelis hakim Lia Herawati, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrian Dirgantara dan penasehat hukum terdakwa Wellem Mintarja beragendakan pledoi atau pembacaan pembelaan. Dengan suara yang sangat lantang Wellem Mintarja satu persatu setiap lembar dibacakan.

“Dakwaan dan tuntutan JPU kepada terdakwa Muhammad Choirul sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 ayat (3) KUHP pidana sangat bertentangan  dengan fakta-fakta peristiwa pidana sesungguhnya yang telah terjadi pada hari Selasa (12/12/17) lalu,” cetusnya.

Lanjut Wellem, terdakwa tidak pernah melakukan tindak kekerasan pada korban. Hal itu dibuktikan kondisi rumah dan kamar korban terlihat rapi.

“Terdakwa seorang perokok, sehingga hanya alat bukti terdapat adanya putung rokok yang membuat kecurigaan dalam diri terdakwa telah masuk rumah korban,” katanya.

Kata dia, korban sebenarnya mengijinkan untuk datang ke rumahnya, sehingga tidak ada kekerasan diawal pertemuan terdakwa dengan korban.

“Menurut kami pasal yang diterapkan oleh Jaksa telah salah dalam penerapannya, pasal 365 ayat (3) belum terpenuhi. Kami minta pada majelis hakim agar membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, dan secepatnya melepaskan terdakwa dari tahanan,” pintanya.

Sementara JPU Febrian Dirgantara mengatakan, dalam pembacaan pledoinya tadi di persidangan, Penasehat Hukum (PH) terdakwa meminta agar dibebaskan dari tuntutan hukum yang sebelumnya kami menuntut pidana terdakwa selama 8 tahun.

“Kita lihat nanti fakta-fakta persidangan berikutnya. Pekan depan agenda replik,” ucapnya sembari bergagas meninggalkan pengadilan.

Majelis Hakim yang diketuai Lia Herawati, akhirnya menunda sidang pada Selasa depan (10/7/18) mendatang dengan agenda Replik dari kami,” katanya.

Perlu diketahui, berawal dari pertemuan dengan Tia Gazela Agustina di sebuah warung Christine Bohai, terdakwa Muhammad Choirul alias Maman langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, saat itu juga terdakwa berinisiatif untuk memberi hadiah kepada wanita idamannya tersebut.

Demi mendapatkan sebuah handphone Samsung J2 Prime warna hitam untuk hadiah sang pujaan hati, lelaki berkepala empat itu tega mencekik tetangganya sendiri yakni Sholihah. (jml)

Facebook Comments