Para Terdakwa Kasus Pembunuhan Divonis Beda-beda

0
45

Gresik, Bratapos.com – Ke Enam terdakwa kasus pengeroyokan dan mengakibatkan kematian terhadap korban Wahyudi (58) yang diketahui orang gila warga jalan kemuning 2 no 55 kecamatan Candimulyo, kecamatan Jombang, kabupaten Jombang kembali di sidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Putu Gede Hariadi kemarin, (3/7/18) menggelar sidang putusan terhadap ke enam terdakwa. Para terdakwa yang semuanya warga Roomo Meduran, kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik masing-masing bernama Mat Turi, Imam Fauzi alias Ojek, Suyono alias Coleng, Choirul Arifin alias Kondom, Sandi Fadoni alias Doni dan Dwi Priyanto.

Dalam amar putusannya majelis hakim secara bergantian membacakan uraian surat putusan seputar kronologi dan fakta-fakta persidangan. Saat majelis hakim bacakan setiap lembar putusannya, ke enam terdakwa terus tertunduk, sesekali melihat ke tiga hakim.

“Mengadili, ke enam terdakwa telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana kekerasan disertai kematian. Menjatuhi kepada terdakwa masing-masing, terdakwa Mat Turi dijatuhi hukuman selama 3 tahun 6 bulan penjara, terdakwa Imam Fauzi alias Ojek, Suyono alias Coleng, Choirul Arifin alias Kondom, dan Dwi Priyanto selama 2 tahun 6 bulan penjara. Sedangkan Sandi Fadoni alias Doni dijatuhi hukuman selama 1 tahun 6 bulan penjara,” cetus hakim Putu Gede Hariadi.IMG_20180704_153854Dengan begitu, vonis hakim belum inkrah atau berkekuatan hukum, meskipun para terdakwa menerima vonis hakim. Namun Jaksa Penuntut Umum atas vonis hakim menyatakan masih pikir-pikir.

Perlu diketahui kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian terhadap korban Wahyudi yang merupakan orang gila terjadi pada Sabtu, (4/11/17) sekitar jam 04.00 pagi WIB. Setelah mendapat laporan, Polsek Manyar segera mendatangi TKP bahwa ada seorang laki-laki tergeletak dibawah tiang neon box ATM Mandiri tepatnya pintu keluar SPBU Roomo Meduran dengan posisi tangan dan kaki terikat dan dalam kondisi tidak bernyawa.

Setelah itu kami mendatangi TKP dan langsung membawa korban ke Rumah Sakit Ibnu Sina, selanjutnya kami melakukan identifikasi terkait kondisi korban. Dari hasil identifikasi ditubuh korban ada tanda-tanda penganiayaan, setelah itu anggota unit polsek manyar melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan mencari saksi serta barang bukti. (jml)

Facebook Comments