Warga Sesalkan Cara Sosialisasi Panitia Rekriutmen Perangkat Kasun Di Desa Tunggunjagir

0
197

Lamongan, Bratapos.com – Salah satu tugas panitia dalam menjalankan tugas dimana   telah dibukanya lowongan pendaftaran perangkat desa adalah dengan konsep prosedur, salah satunya adalah dengan diadakannya sosialisasi, sehingga masyarakat tahu tata cara dan persyaratan pendaftaran.

Namun hal tersebut nampaknya kurang pas di hati masyarakat, karena sosialisasi yang dilaksanakan panitia tidak berhasil dengan maksimal.

Seperti yang dilakukan panitia P3D di desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini. Saat disinggung mengenai proses atau pelaksanaannya sosialisasi, ketua panitia RMD (inisial) mengakui bahwa sosialisasi memang sudah dilakukan dan juga untuk tanggung jawab lingkungan di serahkan ke RT untuk sosialaisasi, jawaban dari ketua panitia ini menjadi pertanyaan besar pasalnya, RT apakah jalan tepat untuk melakukan sosialisasi. Apa gunanya dibentuk panitia kalau panitianya menyerahkan ke ketua RT.

Jawaban mengelak atau memang melempar tanggung jawab ke RT terkait sosialisasi ini. Padahal ketua panitia itu bertanggugjawab besar atas sosialisasi P3D. Bukan malah melemparkan ke ketua RT. Dalam pemilihan P3D ketua RT tidak mempunyai wewenang dan tidak ada fungsinya dalam pemilihan perangkat desa.

Harusnya sosialisasi itu tugas panitia langsung yang terjun di tengah tengah masyarakat bukan malah RT  yang sosialisasi.

Terbuktinya bahwa RT tidak bisa dibilang sebagai ujung sosialisasi itu, terbukti dari awal sampai sampai akhir dibukanya lowongan belum ada yang RT lakukan untuk sosialisasi. Karena itu tugasnya panitia P3D. Hingga masyarakat yang ingin mendaftar menjadi korban ketidak tahuanya prosedur persyaratan itu seperti apa.

Dimana tanggung jawab panitia sebagai badan penyelenggara dan penanggung jawab kalau hal seperti menjadi polemik di mata masyarakat.

Kemarin, tanggal (29/5/18) Suyanto salah satu masyarakat dengan beberapa warga lain dari dusun Tunggun sempat mendatangi ketua panitia dengan niat ingin mendaftarkan dirinya sebagai calon. Namun di jawab oleh Ketua Panitia bahwa pendaftaran akan ditutup pada tanggal 30 Mei 2018 pukul 15.00 wib (keesokan harinya).

Dan sangatlah tidak mungkin bagi Suyanto bisa melengkapi berkas pendaftaran yang diminta panitia dalam waktu 1 hari, namun tidak berhenti di situ suyanto menanyakan kapan sosialisasinya? Lagi-lagi di jawab dilemparkan tanggung jawabnya ke RT masing masing. Masyarakat hal ini sangat menyayangkan sikap panitia.

Dengan nada yang cukup berkecewa hati Suyanto mengatakan belum ada sosialisasi yang dilakukakn RT yang bersangkutan terhadap dirinya dan warga lainnya.

Di tempat berbeda, rekan media (30/05/18) saat akan ditutupnya batas waktu pendaftaran mencoba mendatangi kantor balai desa setempat untuk menemui ketua panitia RMD namun di temui oleh kades Suto Adi. Cukup lama rekan-rekan menanyakkan gejolak mengenai sosialisasi

Sudah kami laksanakan sosialisasi mas ke masyarakat bahkan sudah kami kumpulkan RT, Tokmas dan Kasun dari beberapa kasun. Untuk tahu tidaknya masyarakat itulah masyarakat kami,” ujar kades.

Mencoba membuktikan pengakuan ketua panitia dan kepala desa rekan media membuktikan kelapangan. Namun ironis memang sudah jelas jawaban dari para pemuda atau beberapa warga mengaku tidak ada warga yang dikumpulkan RT atau kasun masing-masing untuk dhadiri panitia yang tujuannya sosialisasi jawabannya tidak. Mungkin hanya di dusun Karangan saja, namun di dusun lain kami hanya mendengar dari mulut ke mulut dan tidak tahu menahu bagaimana proses dan prosedur mengenai kasunan ini,” ucap sekumpulan pemuda. (joko/bersanbung)

Facebook Comments