Spesialis Curanmor R4, Dihadiahi Timah Panas

0
142

Gresik, Bratapos.com – Setelah menangkap satu pelaku curanmor spesialis R4 (roda empat) L 300 yang bernama  Bakhrin Abdul Fatah, (45) kelahiran Jombang yang tinggal Desa Marwulan, Kecamatan Kepung RT 14 RW 4, Kabupaten Kediri. Polisi tidak tinggal diam terus melakukan penyelidikan dan pengembangan.

Alhasil, hanya kurun waktu beberapa hari satu pelaku yang bernama Yohanes (35) warga Jalan Krembangan Kota Surabaya, berhasil dibekuk. Namun pelaku yang satu ini terpaksa ‘didor’ di bagian kakinya karena melawan petugas saat akan ditangkap.

Pelaku Bahrain Fatah ditangkap di sebuah gudang dusun Semen, desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung-Jombang pada hari Jum’at (25/5/18) sekitar pukul 16.30 WIB. Pelaku sedang melakukan aktifitas memutilasi atau dipretele bagian-bagian mobil sehingga menjadi beberapa bagian. Sedangkan pelaku Yohanes ditangkap di tempat yang berbeda.IMG-20180531-WA0012Saat digilir dari kantor Polsek Cerme kelokasi pres rilis jaraknya sekitar 30 meter, pelaku Yohanes yang ‘didor’ kakinya bejalan berpincang-pincang sambil diapit petugas Reskrim Polsek Cerme. Pelaku pun menjadi tontotan warga pengguna jalan yang sedang melintas di depan Polsek Cerme. Tidak hanya menonton, sebagian warga memfoto wajah spesialis curanmor R4 L 300 itu.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan kaki pelaku dengan timah panas. Hal itu dikarenakan pelaku sempat melawan saat digelandang petugas.

“Ketika dikeler ke lokasi lain, pelaku ini melawan dan terpaksa ditembak kakinya,” kata Wahyu didampingi kapolsek Cerme AKP Tatak Sutrisna dihadapan puluhan wartawan.

Mantan Kapolres Bojonegoro itu menjelaskan, kedua pelaku ini ditangkap setelah polisi menerima laporan dari Lukman Hakim, warga Desa Iker-iker, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Kala itu mobil pick up Mitsubishi L300 nopol L 9013 UF milik korban dibawa kabur orang tidak dikenal.

“Dari laporan itulah, kita lalu melakukan penyelidikan. Dan akhirnya terhendus mobil curian itu berada di gudang wilayah Jombang. Namun mobil sudah dipreteli alias tidak utuh. Lalu kita mengamankan BF penadah dan YN pelaku utamanya,” ungkap Wahyu.IMG-20180531-WA0013Kini polisi masih melakukan pengembangan atas kasus curanmor R4 ini. Kabarnya, polisi masih memburu dua pelaku lainnya berinisial KL dan EP yang sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) oleh polisi.

Saat dinasehati Kapolres, pelaku Yohanes agar bertobat tidak mengulangi perbuatannya, pelaku sempat mengeluarkan air mata. Ia menangis lantaran teringat kedua anaknya yang masih kecil. Sedangkan istrinya sudah meninggal dunia.

“Saya teringat istri saya yang telah meninggal. Entah siapa sekarang anak saya yang menjaganya,” akunya dengan raup muka yang penuh kesedihan.

Menurut pengakuan tersangka, uang hasil kejahatan digunakan untuk berfoya-foya seperti beli minuman keras dan beli perempuan.

Barang bukti yang berhasil disita dari tangan kedua pelaku 2 unit mobil pick up L 300. 1 unit masih utuh dan 1 unit sudah tidak tidak berbentuk mobil, pasalnya sudah dimutilasi. Perbuatan tersangka, polisi menjeratnya pasal yang berbeda. Pelaku Yohanes diganjar pasal 363 penjurian dengan pemberatan ancaman penjara 7 tahun, sedangkan pelaku Bakhrin Abdul Fatah, diganjar dengan pasal 480 penadah sehingga harus diganjar hukuman penjara 4 tahun. (jml/sun)

Facebook Comments