by

Sisi lain Pasca OTT Kades Kalisongo Malang

Malang, Bratapos.com – Desa Kalisongo Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Pernah jadi juara 1 Lomba Desa se- Kabupaten Malang tahun 2008 silam. Prestasi itu kini nyaris tak pernah diraih lagi semenjak kepemimpinan Siswanto menjadi Kepala Desa dari tahun 2009-2018.

Padahal Desa Kalisongo sangatlah potensial. Selain berbatasan dengan kota Malang, wilayahnya berdekatan dengan beberapa kampus ternama di Kota Malang. Tak pelak lagi, Desa ini banyak berdiri bangunan perumahan dari kelas sedang sampai kelas elit.

Desa Kalisongo berpenduduk kurang lebih total 8887 jiwa data/bulan april 2018, sehingga menjadi Desa yang sangat dinamis. Namun naas bagi Siswanto, saat itu (14/02/18) lalu, dirinya ditangkap Tim Saber Pungli Polhukam bersama Tim Saber Polres Malang pimpinan Kompol Decky Hermansyah. Kades Siswanto terkena OTT dengan barang bukti 7,5 juta.

Awalnya Siswanto saat itu meminta jasa 140 juta untuk pengurusan IMB, IPPT (Ijin Peruntukan Penggunaan Tanah) dan HO kepada seorang pengembang perumahan. Pembayaran diminta bertahap, tahap pertama 10 juta, tahap kedua juga 10 juta dan tahap ketiga 7,5 juta.

Saat pembayatan tahap tiga itulah tercium Tim Saber Pungli hingga tertangkap. Saat penggledahan, Siswanto menyembunyikan uang hasil suap dibalik bajunya. Kini Siswanto disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Sidoarjo, namun sehari harinya Siswanto dititipkan di LP Lowokwaru Malang.

Pemerintahan Desa saat itu nyaris tidak jalan, dan situasi masyarakat seakan memanas. Mengingat Siswanto tergolong Kades yang modis dengan tongkrongan mobil yang mengkilap. Hasil dugaan uang kong kalikong dengan para pengembang tidak pernah merembet ke bawahannya. Sehingga saat ditetapkan menjadi tersangka tunggal, Siswanto legowo.

Camat Dau Suroto dengan sigap mengangkat Plt Kades Suparman, yang sebelumnya sebagai Sekretaris Desa. Hampir setiap hari perangkat Desa yang jumlahnya 10 orang kerja lembur, demi target merampungkan APBDes yang deadlinenya 2 mei. Karna jika target itu terlewatkan, maka bisa dipastikan Desa Kalisongo tidak dapat kucuran dana Desa.

“Saya merasa bersyukur mas, saat itu saya masih Plt, jadi tanya terus ke Pemkab kapan SK saya turun. Karna tanpa ada SK PJ dari Bupati saya tidak bisa tanda tangan di APBDes. Saya selalu koordinasi dengan Bapak Suwaji, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD),” katanya.

Tanggal (24/04/18) SK saya turun dan tanggal 2 Mei APBDes sudah di posting, lega rasanya. “Saya hanya berfikir kalau sampai APBDes belum kita ajukan, bisa bisa tidak ada kegiatan desa kami, karna anggaran akan dikembalikan ke kas negara,” terangnya sambil menunjukkan SK BupatiNO.188.43/256/kep/35.07.013/2018.

Ketika disinggung apakah dirinya tidak diperiksa terkait Kadesnya yang kena OTT, pria yang sudah mengabdi di Desa mulai tahun 90 ini mengatakan tidak pernah.

“Saya itu hanya bawahan, tidak mungkin saya ikut urusan pimpinan saya. Selama saya tidak diajak musyawarah ya saya diam. Masak pimpinan terima tamu diruanganya saya ikut nimbrung, ya gak etis lah,” sergahnya Senin (28/05/18) di kantornya. (Ardian)

REKOMENDASI UNTUK ANDA