Pasca Teror Bom, Legislator Surabaya Ajak Masyarakat Bangkit

0
190

Surabaya, Bratapos.com – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey mendorong pemerintah kota untuk mengajak masyarakat bangkit, pasca teror bom yang terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro dan Geraja Pante Kosta di Arjuno serta Mapolrestabes Surabaya, 13 – 14 Mei 2018. Ia mengutuk aksi terorisme yang terjadi. Namun, warga juga dihimbau tak terus menerus berduka.

“Kalau terus berkabung, dan ketakutan hingga tak bisa beraktifitas, akhirnya yang rugi kita semua,” ujarnya. Minggu (20/5)

Legislator ini mengaku, tak bisa memperkirakan berapa besar dampak sosial ekonomi yang diakibatkan ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya. Menurutnya, suasana lalu lintas yang lengang dan sepinya pusat keramaian, seperti mal bisa saja karena ketakutan warga. Namun, situasi tersebut bisa juga karena masa libur sekolah.

“Tapi apapun dampaknya, sebaiknya kita segera kampanyekan ayo surabaya bangkit,” terang Politisi Nasdem.

Ia menyampaikan, kampaye “Ayo Surabaya bangkit” mungkin lebih bijak dari pada “Lawan terorisme” yang terkesan menantang. Awey menyatakan, dengan spirit untuk bangkit, berarti ada perasaan tak takut, mengembalikan situasi seperti sedia kala, serta menggelorakan semangat arek-arek Surabaya untuk melakukan aktifitas seperti biasanya.

“Agar roda perekonomian berputar,” ujarnya singkat.

Apalagi, saat ini menjelang lebaran. Dan, kemungkinan lain seperti adanya investasi yang mau masuk, kemudian rencana kegiatan berskala nasional dan internasional yang akan diselenggarakan di Kota Surabaya.IMG-20180520-WA0019Vinsensius Awey mengakui, bahwa keamanan di Kota Surabaya sudah berjalan baik. Seminggu pasca ledakan bom, Minggu (20/5) sejumlah gereja dijaga aparat TNI/Polri dan sejumlah elemen masyarakat, seperti Banser, Pramuka, dan ormas lainnya. Namun demikian, penjagaan yang ketat seperti saat in juga tak memungkinkan terus dilakukan. Untuk itu, ia mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dengan mengumpulkan seluruh perangkat aparatnya, pengurus RT-RW hingga ormas yang ada di Kota Pahlawan guna menciptakan suasa yang kondusif.

“Kuncinya untuk menjaga keamanan memang bukan hanya di kepolisian dan pemerintahan saja, tapi juga masyarakat,” paparnya

Menurutnya, masyarakat bisa mewujudkan lingkungan yang kondusif di lingkungannya, dengan peduli dan mendeteksi terhadap kejadian yang berlangsung di wilayahnya.

“Leadingnya sektornya pengamanan memang ada di aparat, tapi masyarakat bisa ambil bagian dan bangkit,” serunya

Awey menyampaikan, gerakan moral untuk mengajak warga Surabaya segera bangkit telah disampaikan ke pemerintah kota. Menurutnya, gerakan tersebut penting dilakukan, agar aktifitas masyarakat kembai normal seperti sedia kala. Apalagi momentumnya bersamaan dengan Peringatan Hari kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018.(Karsudewo/bnd)

Facebook Comments