Supriyadi, Desak KPK Tetapkan Tersangka Baru “ASN” Pemkot Batu

0
33

Kota Batu, Bratapos.com – Rangkaian kasus Edi Rumpoko mantan Walikota Batu masih buram. Orang terdekatnya yang diduga terlibat masih melenggang dengan santai.

Menanggapai kenyataan itu, Direktur Lembaga Pemantau Pengeluaran Penyelenggara Keuangan Negara dan Daerah (LP3KND) Supriyadi mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa dan menetapkan tersangka kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu yang diduga terlibat dalam kasus dugaan fee proyek yang menerpa mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko ( ER)

“Desakan ketua lembaga penggiat anti korupsi LP3KND tersebut, bukan tanpa alasan. Pasalnya dalam bebarap fakta persidangan ER di Pengadilan Negeri (Tindak Pidana Korupsi di Sidoarjo, beberapa ASN Pemkot Batu juga disebut- sebut namanya,” katanya.

Praktis, dari fakta-fakta itu, yang sangat jelas adalah kicauan dari beberapa saksi. Menurut Supriadi, beberapa ASN dilingkup Pemkot Batu, layak diperiksa lalu dinobatkan sebagai tersangka.

“Misalnya, kicauan mantan Kepala ULP, Pemkot Batu, Edi Setyawan, masalah anggaran senilai Rp 5 miliar, untuk keperluan dana Pilkada Kota Batu, periode tahun 2017- 2022,” tuturnya.

Sedangkan untuk pengadaan seragam di Dinas Pendidikan Kota Batu, besaran anggaran Rp 1,4 miliar, patut diduga keterlibatan Sekpri ER, Lila Widya Rahajeng ( 25 th). Wanita tersebut diduga dengan sengaja menghilangkan dokumen sebagai barang bukti.

“Nah, dari fakta-fakta itu, seharusnya KPK sudah bisa menetapkannya sebagai tersangka. Dengan sangkaan perbuatannya tersebut,” ujar Supriyadi, Rabu (16/5/18).

Untuk itu, Supriyadi mendesak KPK agar bisa membongkar dugaan keterlibatan para ASN yang disebut sebut namanya dalam fakta persidangan di PN Tipikor Sidoarjo beberapa bulan silam.

“Kepercayaan masyarakat terhadap KPK sangat luar biasa. Kinerja KPK tidak ada yang diragukan. Tapi proses penanganan dugaan korupsi yang ada ditubuh Pemkot Batu, terkesan Jalan ditempat. Sehingga kesan yang beredar di masyarakat hanya ER saja yang dijadikan target. Kita harus sama-sama kawal sampai ada penetapan tersangka baru di lingkungan Pemkot Batu,” imbuh Supriyadi dengan semangat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya di Brata Pos. LP3KND pertanyakan kinerja KPK dalam penanganan kasus yang hanya berhenti di ER saja. Hal itu menjadi bias dan perbincangan menarik banyak pihak.

Sementara itu, Brata Pos mencoba menghubungi Juru Bicara (Jubir) KPK, Febry Handiansyah, via ponselnya belum ada respon. Sampai berita ini ditulis, febry belum bisa dikonfirmasi. (bersambung…..Ardian)

Facebook Comments