LP3KND, Edi Rumpoko Hanya Dijadikan Target Utama KPK

0
7

Kota Batu, Bratapos.com –  Proses hukum yang melilit mantan Wali Kota Batu, yang biasa disapa ER, adanya dugaan fee pengadaan proyek dibeberapa pekerjaan di lingkup Pemkot Batu masih menguap. Ya, pat gulipat proyek yang sempat berurusan dengan tim Lembaga Antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) tersangka ER sudah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Sejak putusan hukum tersebut dijatuhkan terhadap ER, sejauh ini sudah tidak tersiar kabar lagi mata rantai yang terkait dengan kasus tersebut. Hal itulah yang mendasari Direktur Lembaga Pemantau Penyelenggara Pengeluaran Keuangan Negara dan Daerah ( LP3KND) Supriadi SH, mempertanyakan keseriusan kinerja KPK, Senin (14/ 5/18).

Menurutnya, dalam fakta persidangan ER di Pengadilan Negeri Tipikor Sidoarjo, Jawa Timur, ada beberapa kejanggalan. Dari beberapa kasus yang disebut-sebut, selain pengadaan proyek mebeller serta pengadaan seragam sekolah di Dinas Pendidikan Kota Batu.

“Terkait dugaan tersebut, pengadaan seragam sekolah leading sektornya Dinas Pendidikan, dengan besaran anggaran senilai Rp 1,4 Miliar. Artinya hal itu seharusnya dikembangkan oleh KPK. Siapa penanggung jawab dari anggaran pengadaan seragam itu dan sejauh mana para dewan dalam melakukan kontrol terhadap pengadaan proyek tersebut. Bandingkan dengan Kota Malang, semua anggota Dewannya dijadikan tersangka” tanya Supriyadi dengan heran.

Sangkaan yang ditudingkan terhadap ER, atas permainan fee dari beberapa pengadaan proyek di Pemkot Batu. Selain fee pengadaan mebeller senilai Rp 5, 6 Miliar, ada juga pengadaan seragam yang ada di Dinas Pendidikan Kota Batu, senila Rp 1, 4 miliar.

Meski ER sudah divonis bersalah dan sudah dijatuhi hukuman, ternyata hal itu hanya berhenti kepada ER. Sehingga mengesankan hanya ER yang dijadikan tumbal semata atau target utama.

“Mestinya pengguna anggaran harus diperiksa dan dijadikan tersangaka. Berarti KPK tidak fair dong” tambah pria yang juga pengusaha ini.

Seperti diketahui, beberapa proyek yang ditengarai untuk yang kedua kalinya JPU, KPK menghadirkan seorang wanita cantik berusia 25 tahun yang setia “mendampingi” Eddy Rumpoko selaku Wali Kota Batu yaitu Lila Widyawati selaku Sekretaris pribadi Eddy Rumpoko sejak 2016 lalu.  Jumat, 16 Maret 2018.

Lila, wanita muda dan cantik ini menjadi saksi untuk kedua kalinya dalam kasus Korupsi suap yang terjaring OTT oleh KPK pada 16 September tahun lalu. Saat itu, KPK mengamankan Edi Setiawan (Kabag ULP), Filipus Djab (Pengusaha) dan Eddy Rumpoko (Wali Kota Batu).

Sampai berita ini ditulis, Majelis Hakim yang diketuai H.R Unggul Warso Mukti, SH.MH, menjatuhkan hukuman kepada ER 3 tahun penjara, dari tuntutan JPU KPK 8 tahun penjara. (Ardian)

Facebook Comments