Bangunan Cafe Luas 4000 M2 Di Kota Batu, Diduga Tak Berijin

0
27

Kota Batu, Bratapos.com – Satu demi satu lahan milik Perum Perhutani Kota Batu beralih fungsi. Terbukti, Lahan Perhutani di Petak 25 C yang wilayahnya masuk, KRPH Oro Oro Ombo tersebut sudah beralih fungsi. Lahan yang sedianya untuk reboisasi kini bakal disulap menjadi Cafe.

Bangunan yang diketahui milik CV  Mega Star tersebut, dengan luas 4000 M2 itu terletak di dusun Desel, Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Pantauan Media Brata Pos dilapangan, bangunan itu ditengarai belum mengantongi ijin.

Untuk itu, Mantri Hutan KRPH Oro Oro Ombo, Siswandi, juga tidak membantah terkait pembangunan Cafe yang dimaksud. Pria juga penanggung jawab wilayah wisata Coban Rais dan sekitarnya ini coba membelokkan area lain yang akan dibangun kandang lembu. Tapi setelah didesak lokasi yang sebenarnya, dirinya baru menunjukkan lokasi yang dimaksud.

“Ya, memang rencananya mau dibangun Cafe. Wilayah itu, rangkaian dari CV Mega Star yang sudah berdiri wahana Peternakan Kuda persis ada didepannya,” Kata Siswandi, Selasa (15/5/18).

Oleh karena itu, Siswandi berharap dengan adanya Cafe tersebut bisa menyerap tenaga kerja warga desa setempat. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dan bisa menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.

“Sedangkan dari wahana Peternakan Kuda tersebut, luasnya totalnya mencapai 5 hektar. Sementara bangunan yang sedang dikerjakan itu luasnya 4000 M2 satu rangkaian dari Mega Star yang sebelumnya,” jelasnya.

Terpisah Adit ,pengawas bangunan cafe, yang kebetulan ada diarea proyek menuturkan, bahwa Pembangunan Cafe dengan luas 4000 M2, diakui rangkaian dari wisata Peternakan Kuda, dari Mega Star, sebuah CV yang menaungi usaha wisata itu.

“Cafe ini untuk mendukung Mega Star. Targetnya lebaran mendatang harus bisa beroprasi,” paparnya. Disinggung terkait perijinannya, Adit mengaku tidak tahu, karena itu semua satu paket dengan Mega Star.

Lain lagi Dengan penuturan Ketua LMDH, ( Lembaga Masyarakat Desa Hutan ) KRPH Desa Oro Oro Ombo Usman Albasori. Dirinya mengakui tidak tahu tentang pembangunan Cafe tersebut.
Alasannya, pihak pengembang belum pernah berkordinasi sama sekali dengan lembaganya ( LMDH).

“Saya tidak pernah diajak koordinasi oleh pihak Mega Star. Jadi meski proyek tersebut sudah berjalan, kami tidak pernah diajak musyawarah,” tutur Usman.

Sementara Manager Wisata KPH Malang Sugeng Siswantoro saat dihubungi tidak bersedia memberikan keterangan. Hanya mempersilahkan Wartawan Brata Pos untuk datang ke kantornya Jalan Dr. Cipto Malang. (bersambung…../ Ardian)

Facebook Comments