Diduga Peras Pelapor, Oknum Penyidik Polsek Gayungan Diperiksa PAMINAL

0
133

Surabaya, Bratapos.com – Kelakuan bejat oknum polisi berpangkat Aiptu ini sungguh mencoreng nama baik Jajaran Korp Bhayangkara, padahal sudah sangat jelas dan terang diatur dalam UU No 02 tahun 2002 tentang kepolisian, bahwa seorang polisi yang mana harus bisa bersikap santun dalam tata bahasa atau perilaku, malah melakukan tindakan tercela diduga memeras terlapor dengan dalih uang honor.

Kuat dugaan oknum penyidik yang berdinas di Polsek Gayungan kota Surabaya ini kurang memahami tugas-tugas pokok seorang penegak hukum yang mana dirinya telah digaji oleh negara yang menggunakan uang rakyat, seharusnya harus dilayani secara ikhlas dan Profesional, Terpercaya, dan Modern Promoter.

Dinilai penyidik yang bernama Aiptu Wisnu ini pada saat membaca KUHAP  kurang memahami isi dan falsafah hukumnya. KUHAP diartikan Kasih Uang HAbis Perkara atau KUHAP diartikan Kurang Uang HArus Penjara. IMG_20180506_204800Peristiwa ini bermula pada saat Siti Aisyah warga Kabupaten Gresik melaporkan Umar Faruk asal Jagir Surabaya, sekitar bulan November 2017 tahun lalu. Menurut Siti Aisyah (pelapor) dirinya merasa ditipu oleh Umar Faruk sebagai (terlapor). Setelah mendapatkan Laporan Polisi bernomor LP : 286/B/XI/2017/jatim/Restabes/sek Gayungan, pelapor diperiksa dan juga saksi-saksi ikut diperiksa.

Namun ironisnya perkara tersebut seolah -olah tenggelam ditelan bumi. Pasalnya sekira bulan Maret 2018 Umar Faruk tertangkap team Opsnal Sek Gayungan , tepatnya hari jumat 16 Maret 2018, namun iman Aiptu Wisnu tergoda dan ternoda.

Seperti yang dikutip dari diberita PATROLI Edisi 441 : dengan “Judul Oknum Penyidik Rekayasa Berkas Penyidikan dan Edisi selanjutnya 442 : Peras Terlapor Oknum Penyidik Akan Dipropamkan”. Kini Aiptu Wisnu seakan makan tidak enak tidurpun juha tidak akan nyenyak. Pasalnya Umar Faruk kepada wartawan melakukan jumpa PERS, serta membuat surat pernyataan bermaterei. IMG-20180508-WA0030Umar Faruk (terlapor) saat jumpa Pers mengatakan kepada media massa sangat mengejutkan, bahwa dirinya diperas oleh Oknum Penyidik Polsek Gayungan yang bernama Aiptu Wisnu. Tidak hanya memberikan statemen Umar Faruk ini membuat Rekaman Video dan meminta dipublikasikan ke Media massa. Dalam rekaman video tersebut yang berdurasi sekitar 3 meit 21 detik Umar mengatakan,” Saya tidak terima dengan tindakan Aiptu Wisnu, karena telah memeras saya dan telah meniduri istri saya,” bebernya Faruk.

Lebih jauh Faruk mengungkapkan,” Saya ini sudah menikah selama 8 tahun, jadi saya sangat mengetahui perubahan istri saya, hampir 5 kali Wisnu mengantarkan Istri saya ke sini (perlu diketahui, saat ini Umar Faruk sedang menjalani Penahanan di Polres Sampang Madura, terkait Laporan Perkara lain). Hampir setiap malam Wisnu datang kerumah saya yang di Surabaya untuk menakut nakuti istri saya,

“Saat perjalanan dari Polres Sampang ke Surabaya, istri saya diajak putar-putar di sekitar pantai Kenjeran Surabaya. lha ngapain ke tempat gelap-gelap itu. Anehnya lagi, parfumnya (minyak wangi) pun dipakai oleh Wisnu, terus terang saja ya mas saya tidak terima dengan kelakuan Wisnu ini,” katanya.

Waktu Wisnu datang kesini tambah Faruk yang pertama dulu, saya belum curiga, namun lama kelamaan Wisnu dengan istri saya dia datang datang lagi bergandengan tangan, ada apa ini..? Dari sinilah saya semakin curiga.

“Sempat saya tegur terkait gandengan tangan itu, serta saya desak untuk meminta uang saya kembali yang diperas oleh Wisnu. Saya sebagai masyarakat sangat merasa dirugikan serta ditakut-takuti dan diintimidasi, jadi karena ketakutan saya serahkan uang sebesar 10 juta,” tambahnya.

Secara terpisah wartawan meminta tanggapan Kuasa Hukum Umar Faruk, yakni Didi Sungkono, kepada awak media menguraikan, seharusnya ini tidak perlu terjadi, kalau memang apa yang disampaikan klien kami ini adalah sebuah kebenaran.

“Kami sebagai kuasa hukumnya Umar Faruk meminta perkara ini segera diusut tuntas, biar terang duduk perkaranya, karena sudah jelas diatur dalam PERKAP N0 14 Tahun 2012 Tentang Managemen Penyidikan Tindak Pidana. Sudah jelas Pasal 3 ada prinsip-prinsip yang mengatur semuanya , dalam huruf A. Asas Legalitas, Profesional, Proporsional, Prosedural, Transparan, Efektif, Akuntabel. Bahkan Kapolri juga sudah mengatakan kepada para penyidik harus PROMOTER, tentunya arahan-arahan tersebut harus dipahami dan di implementasikan,” jelasnya.

Kita sangat menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah, kami berharap sebagai masyarakat PAMINAL yang melakukan pemeriksaan bersikap Transparan sesuai dengan peraturan yang ada, sampaikan kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui oknum oknum Polri yang bermental tidak baik segera ditindak.

“Karena semua sudah diatur dalam UU kepolisian No 02 Tahun 2002 Tentang kepolisian. Saatnya kawan-kawan Media melakukan fungsi kontrolnya, sesuai mekanisme UU PERS No 40 Tahun 1999,” imbuhnya.IMG-20180508-WA0031Ditempat terpisah Kapolrestabes Kombes Pol Rudi Setiawan akan menindak tegas oknum-oknum yang bermental bejat, merugikan nama baik korp bhayangkara dan tidak PROMOTER dalam melaksanakan tugas pokoknya sesuai dengan kewenangannya, semua sudah ada mekanismenya.

“Kita tegakkan hukum tanpa pandang bulu, kita akan selalu transparan, dan akan kita sampaikan apa adanya kepada masyarakat, sekarang adalah era reformasi, era keterbukaan,” ujar Kapolres yang dikenal santun ini. (sumber media patroli/red)

Facebook Comments