Ratusan Massa Warga Tanjung Pamekasan Nyaris Bentrok

by
IMG-20180510-WA0020

Pamekasan, Bratapos.com – Akibat pihak yang mengklaim punya sertifikat akan melakukan penggarapan Lahan Tambak Garam Seluas 15 Ha, ahirnya ratusan warga setempat menghadang alat berat yang akan melakukan pekerjaan di Dusun Duko, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kemarin (10/5/18).

Beruntung, gejolak masyarakat yang nyaris benrtrok dengan pihak pemilik sertfikat itu, dengan sigap ditangani oleh aparat keamanan Polsek Pademawu yang menjaga lokasi sengketa tersebut.

Untuk tidak terjadi bentrok pihak kepolisian menghadang alat berat yang dibawa pemilik sertifikat (Syafi’i cs. Red) untuk mengelola lahan tersebut, kata Kapolsek Pademawu AKP Sudarisman.IMG-20180510-WA0016Untuk mengantisipasi gejolak susulan, Pihak Polsek Pademawu melakukan mediasi terhadap tokoh masyarakat. Karena ratusan warga berkumpul di akses jalan menuju tanah sengketa.

“kami hanya antisipasi dan melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat agar tidak terjadi bentrok,” papar Sudarisman.

Kapolsek menambahkan, sesuai dengan surat Bupati Pamekasan No. 143/1775/441/111/2007 tanggal (04/10) yang sampai saat ini masih proses hukum, jadi masih belum berkekuatan hukum tetap.

Sedangkan menurut Baihaqi (55) warga setempat mengatakan, Warga tidak akan menghalangi jika pemerintah setempat yang menggarap lahan garam dan bukan orang luar, mengingat lahan tersebut sebelumnya merupakan aset pemerintah.

“kalau di klaim milik pribadi (H. Syafi’i cs) jelas kami menolak dan akan menghalangi,” papar Baihaqi.

Baihaqi menambahkan, jika tetap memaksa mengelola lahan tersebut, warga akan membakar alat berat yang akan dipakai untuk mengharap lahan.

“kalau saja sampai kesini, kami akan bakar alat berat berikut mobilnya,” tutur Baihaqi (Anton)

Facebook Comments