Kades Laban Menganti, Terjaring OTT

0
5

Gresik, Bratapos.com – Slamet Efendi (47) tahun Kepala Desa (Kades) Laban Kecamatan Menganti-Gresik ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Gresik. Polisi pun menjerat kades yang baru menjabat tahun 2013-2019 itu dengan pasal berlapis.

Slamet Efendi dijadikan tersangka oleh Polres Gresik lantaran terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh Tim Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar) Polres Gresik.

Pada hari Rabu, (2/5/18) Slamet Efendi selaku Kepala Desa Laban dan korban bertemu di kantor Desa Laban. Korban menyerahkan uang sebesar 5 juta kepada Slamet Efendi sebagai uang muka. Beberapa saat setelah korban menyerahkan uang kepada kades, Tim Saber Pungli langsung meringkusnya.

Tersangka kita jerat dengan pasal 12.e dan atau 11 UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Dengan denda maksimal 1 milyar,” ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, Senin (7/5/18).IMG-20180507-WA0025Mantan Kapolres Bojonegoro menjelaskan, pengungkapan kasus pungli ini merupakan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim saber pungli Satreskrim Polres Gresik. Hal ini terkait permintaan sejumlah uang untuk pengurusan Surat Penetapan Obyek Pajak (SPOP) tanah.

“Dari surat pengurusan tanah ini tersangka meminta uang Rp 20 juta. Kemudian transaksi akhirnya pihak korban keberatan lalu turun menjadi Rp 10 juta. Oleh korban lalu dikasih DP awal Rp 5 juta,” jelas Wahyu Sri Bintoro.

Padahal nilai tanah yang hendak diproses tersebut, lanjut Wahyu, harganya Rp 90 juta. Sehingga prosentasi fee atau komisi yang dipatok mencapai lebih dari 10 persen. “Informasi ini sudah masuk sejak bulan Januari 2018,” tuturnya.

Adapun barang bukti yang berhasil disita polisi antara lain, selembar surat penetapan obyek pajak alias petok D yang sudah jadi, kwitansi setoran fee, flashdisk dan uang tunai Rp 5 juta. “Barang bukti kita sita saat melakukan OTT,” pungkas Wahyu.

Sementara Kades Laban Slamet Efendi mengaku, uang pungutan atas fee pengurusan tanah itu rencananya hendak dipakai untuk pengurukan lapangan desa setempat. “Buat nguruk lapangan,” ucapnya singkat. (jml)

Facebook Comments