Tragis, Tandon Pompa Air Di Desa Batu Poro Tak Berfungsi

0
26

Sampang, Bratapos.com – Pembangun Prasarana Air Bersih (PAB) dianggarkan senilai ratusan juta di tahun 2017 oleh Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Sampang yang sumber dana DAK – Penugasan, tak bermanfaat bagi warga setempat yang ada di Desa Batuporo Timur Kecamatan Kedungdung.

Pasalnya, Pembangunan Prasarana air bersih (PAB) ini tidak di isi air sama sekali, sehingga menjadi disfungsi dan tidak bermanfaat bagi masyarakat setempat, Hal ini merugikan Negara dan masyarakat, karena sia-sia pembangunan PAB tersebut dan di biarkan mangkrak begitu saja.

Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Sampang telah menganggarkan pembangunan prasarana air bersih (PAB), bersumber dana DAK – Penugasan yang dikerjakan oleh CV. Nely Abadi dengan nilai kontrak Rp 216.212.000.

Dengan tujuan untuk membantu Masyarakat agar mendapatkan Air bersih yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari oleh Masyarakat Kabupaten Sampang.

Namun hal itu di tepis oleh salah satu warga setempat yang enggan di sebut namanya, Kenyataannya Pembangunan Prasarana air bersih (PAB) yang dibangun pada Tahun 2017 sampai sekarang Mei 2018 belum bisa dimanfaatkan atau dipergunakan oleh Masyarakat.

“Kalau hanya di biarkan begitu saja bongkar aja, tempat pembangunan tersebut itu tanah milik kami, dulu diberi izin membangun proyek Prasarana air bersih (PAB) di tanah kami biar masyarakat terpenuhi kebutuhan air sehari-hari, tapi sampai saat ini hasil pembangunan PAB tersebut sama sekali tidak berfungsi, tidak bermanfaat untuk masyarakat, terus ini siapa yang bertanggung jawab?,” tuturnya.

Team Investigasi media Brata Pos Mufarrohah mengatakan, masalah yang dialami masyarakat Desa Batuporo Timur itu perlu menjadi perhatian serius oleh Bupati maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang. Menurutnya, tak ada alasan lagi bagi dinas terkait maupun kontraktornya, setelah kami investigasi ke lokasi disitu memang betul mangkrak tak berfungsi sama sekali.

“Kalau pembangunan Prasarana air bersih (PAB) sudah siap tapi sumber airnya disitu menerut keterangan warga setempat milik pak kiyai, lalu bagaimana waktu perencanaan awal?,” ungkapnya.

Menurut Kabid yang bertanggung jawab Siti Muatifah, ST, MT yang di dampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Abd. Hannan mengatakan, akan segera tindak lanjuti masalah mangkaraknya Tandon tersebut. Ia berdalih Mesin Pompa rusak dan Pembangunan tersebut masih masa pemeliharaan,” dalihnya.

Keesokan harinya kami mengkonfirmasikan atas makraknya bangunan tersebut kepada pihak terkait, tapi masih tetap sama jawaban yang kami peroleh sampai berita ini kami buat masih belum ada tindak lanjutnya. “Ini masih menunggu teknisi mesin yang akan perbaiki pompa tersebut,” tuturnya (far)

Facebook Comments