Edy Suswanto Sujud Syukur Di Ruang Sidang

0
76

Gresik, Bratapos.com – Pengadilan Negeri (PN) Gresik kembali gelar sidang perkara pemalsuan akte kelahiran yang menyeret terdakwa Edy Suswanto (37) warga Siwalan Indah W-39 RT 01 RW 09 Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik kemarin (30/4/18).

Sidang yang diketuai majelis hakim Bayu Soho Rahardjo itu beragendakan putusan. Dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Pompy Polansky Alanda dan Alifin N Wanda, satu persatu setiap lembaran hakim membacakan amar putusannya. Dalam amar putusannya hakim menguraikan bahwa, unsur menyuruh memasukkan keterangan palsu terdakwa tidak terbukti.

“Sehingga bagaimana caranya terdakwa memasukkan keterangan palsu dan siapa yang menyuruh kepada siapa yang disuruh itu tidak terbukti. Sehingga keterangan palsu apa yang disuruh masukkan itu tidak terbukti.” kata Bayu.

Keterangan yang dimasukkan ke penetapan ahli waris itu dasarnya semua akte otentik yaitu akte kelahiran, kartu keluarga, ijazah, surat nikah termasuk kapan dan dimana menyuruhnya tidak terbukti dengan lengkap dan jelas.

“Mengadili perbuatan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum, sehingga harus membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa, serta memulihkan hak dan martabat terdakwa”. Ucap Bayu.

Mendengar putusan hakim yang membebaskan Edy dari segala dakwaan membuat dirinya tidak bisa membendung air mata dan langsung sujud syukur di ruang sidang. Istri Edy yang selalu hadir setiap sidang tak bisa terbendung menangis bahagia dan terus mengeluarkan air mata.

IMG-20180430-WA0022
Jaksa Penuntut Umum Pompy Polansky Alanda dan Alifin N Wanda, mengambil sikap pikir-pikir terhadap keputusan yang telah ditetapkan oleh Majelis Hakim. Namun terdakwa Edy memilih menerima. Sehingga putusan hakim bisa dikatakan belum berkekuatan hukum atah inkrah.

Pada sidang sebelumnya Jaksa berkeyakinan, terdakwa berkeinginan menguasai harta dari alm Gusti Hartono, sehingga terdakwa membuat akte kelahiran palsu. Menurut hukum agama, seharusnya keturunan dari Gusti Hartanto yang mendapatkan ahli waris.

“Kelakuannya terdakwa telah merugikan saksi atau pelapor Anna Santy dan para ahli waris lainnya dari alm Gusti Hartanto yang telah kehilangan hak waris, terdakwa tidak mengaku bersalah atas kelakuannya,” ucap Pompy

Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memasukan keterangan palsu kedalam suatu akte otentik sehingga menimbulkan kerugian sebagaiman diatur dalam pasal 266 ayat (1) KUHP Jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dijatuhi hukuman selama 1 tahun dibui.

“Jaksa meminta pada ketua majelis hakim untuk memerinta agar terdakwa untuk dilakukan penahanan, pasalnya terdakwa  selama ini tidak ditahan, lantaran terdakwa dilakukan penangguhan penahanan,” pintanya pada sidang sebelumnya. (jml)

Facebook Comments