Polres Nganjuk Ungkap OPS Tumpas Narkoba Semeru 2018

0
134
Nganjuk,Bratapos.com,- Jajaran Satuan Resost Narkoba Polres Nganjuk berhasil menangkap dan mengamankan puluhan tersangka dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 selama akhir bulan  April 2018 ini.
Selain menangkap dan mengamankan puluhan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa ratusan liter jenis minuman keras (miras) seperti arak jowo, bir, sriti, kuntul dan lain lain, 1,24 gram sabu-sabu dan 947 butir obat keras berbahaya (okerbaya) doble L .
IMG_20180430_085512
“Ungkap kasus ini selama 12 hari mulai tanggal 13 sampai 24 April. Sasarannya yakni peredaran miras dan narkoba,” ucap Kapolres Nganjuk, AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta saat menggelar release pers didepan halaman kantor Mapolres Nganjuk.
Selanjutnya dalam realse yang di gelar Senin 30/04/2018 tersebut, Kapolres Nganjuk menambahkan bahwa sebelum operasi tumpas semeru 2018 dilaksanakan, Jajaran Satuan Reskrim Narkoba Polres Nganjuk  selama bulan Januari hingga April juga berhasil mengungkap 4 kasus narkotika, 28 kasus obat keras dan berbahaya serta 28 kasus minuman keras.Ratusan orang telah ditetapkan sebagai tersangka ,sebagian ada yang permpuan dan tengah menjalani pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Selama 4 bulan sebelum Ops. Tumpas dilakukan,SatresKoba  Polres Nganjuk juga berhasil mengungkap puluhan kasus, sebanyak 1,26 gram sabu, 28.010 pil Doble L, dan ribuan liter minuman keras dan hand pone ,juga uang tunai yang diamankan sebagai barang bukti tersangka, ” terangnya.
Sat disinggung soal kemungkinan adanya pabrik miras di wilayah Nganjuk. Dewa mengatakan pihak kepolisian sampai saat ini belum menemukan adanya pabrik atau peracik minuman keras dan obat keras berbahaya tersebut. Namun, minuman keras yang beredar di wilayah Nganjuk selama ini merupakan distribusi dari luar wilayah,sepertiKediri,Madiun dan wilayah luar Nganjuk yang masuk ke dalam Kabupaten Nganjuk.
“Selama ini pihak kepolisian belum bisa di temukan pabrik maupun pengoplos miras. Peredaran miras di Nganjuk, kemungkinan dari distribusi-distribusi masuknya ke Kabupaten Nganjuk. Jadi menjadi atensi kami untuk memperketat jalur peredaran tersebut,guna mencegah peredaran dan pengembangan miras dan narkoba di wilayah Nganjuk. ” pungkasnya. (Abdul Sofyan)
Facebook Comments