Profesi Buruh Tani, Diganjar 10 Bulan Dibui

0
119

Gresik, Bratapos.com – Awalanya cari bekecot. Sebenarnya tidak ada niat untuk mencuri, namun setelah melihat pompa air di kandang ayam lalu bergagas untuk diambil. Setelah ngambil pompa air dibawa ke rumah.

Sempat ditawarkan ke orang rongsokan hasil curian itu, namun tidak mau. Pasalnya saya mematok harga 100 ribu namun ditawar 50 ribu. Saya terpaksa ngambil barang milik orang lain, lantaran terhimpit ekonomi. Karena sebagai pekerja buruh tani kadang pendapatan dalam 1 hari 70 ribu rupiah itu tidak cukup untuk kebutuhan.

Itulah kisah seorang terdakwa bernama Askan (38) warga Sawo, Kecamatan Dukun, Gresik dalam perkara mencuri pompa air milik korban Abdul Ghofar yang menceritakan sebelum sidang agenda putusan dimulai.

Terdakwa sempat teteskan air mata di hadapan ketua majelis hakim Putu Gede Hariadi, pasalnya teringat pada sang buah hati yang masih umur 3 tahun.

IMG20180426143423Sidang yang digelar di ruang Tirta itu beragendakan putusan yang dibacakan oleh majelis hakim Putu Gede Hariadi. Dalam amar putusannya, terdakwa terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai dengan pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP tentang pencurian.

“Mengadili menjatuhi pidana selama 10 bulan dibui dan dipotong masa tahanan. Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah merugikan korban. Namun hal-hal yang meringankan, terdakwa selama proses persidangan selalu berbuat sopan,” cetus Putu Gede kemarin, (26/4/18).

Dengan begitu putusan tersebut sudah berkekuatan hukum atau inkrah, pasalanya Jaksa dan terdakwa kompak menerima putusan. “Saya menerima yang mulia atas putusannya.” kata jaksa Mansur begitu juga dengan terdakwa Askan.

Sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mansur, dalam amar tuntutannya Jaksa berkeyakinan perbuatan terdakwa terbukti secara sah melawan hukum.

“Jaksa meminta pada ketua majils hakim Putu Gede Hariadi yang memeriksa dan mengadili terdakwa Askan menjatuhi pidana selama 1 tahun 5 bulan, dan dikurangi masa tahanan selama terdakwa menjalani hukuman,” pintanya.

Sebenarnya uang hasil penjualan pompa air untuk kebutuhan keluarga saya. Saya terpaksa untuk mencuri karena kebutuhan. Anak saya sering menangis manggil saya.

“Awalnya ada rasa ketakutan untuk mencuri, namun bagaimana lagi mas ditekan masalah ekonomi, memang apa yang saya lakukan salah.” keluhnya.

Perlu diketahui terdakwa berurusan dengan hukum lantaran mencuri pompa air di kandang ayam milik Abdul Ghofur warga Bulangan, Dukun Gresik pada (16/12/17) lalu. Terdakwa lalu disergap oleh Unit Reskrim Polsek Dukun. (jml)

Facebook Comments