JCW Tantang Kadis DLH, Debat Di TPA Angsanah

0
142

Pamekasan, Bratapos.com – Menyikapi persoalan sistem sanitary landfill TPA Angsanah Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan yang menurut aktivis lingkungan hidup (Abdul Hamid) masih belum maksimal.

Bersama LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa timur Abd Hamid siap untuk melakukan diskusi langsung Di TPA Angsanah. Hal itu sebagai bentuk jawaban atas jawaban kepala DLH Kabupaten Pamekasan, Amin Jabir yang mengatakan di sebuah media, bahwa kalau berbicara jangan asal bunyi (Asbun). Semuanya harus didasarkan data.

Pada hari kamis (19/04/18) Abd Hamid bersama LSM JCW mendatangi kantor DLH Kabupaten Pamekasan untuk mengajak kepala dinas DLH (Amin Jabir) datang langsung Ke TPA.

“Hal itu dilakukan sebagai upaya tindak lanjut uadiensi yang dilakukan LSM JCW di DLH Privinsi Jawa Timur bersama DLH Kabupaten Pamekasan. Bahwa untuk mengetahui realita yang sebenarnya terkait sistem sanitary landfill tidak hanya berdasarkan pada dokumen foto. Tapi harus terjun langsung ke TPA,” kata Abd Hamid dengan kesal.

Namun ajakan tim Investigasi JCW kepada kepala dinas DLH Kabupaten Pamekasan tidak berhasil. Karena pada hari kamis (19/04/18) kepala dinas DLH  harus nenghadiri acara di surabaya. Sehingga diagendakan pertemuan di TPA Angsanah Hari Selasa (24/4/18).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa timur bersama sejumlah aktivis lingkungan hidup menyoal terkait sistem sanitary landfill TPA angsanah yang terkesan tidak sesui SOP.

Pengelolaan sampah yang diduga masih menggunakan pola lama dianggap sebagai kegagalan DLH Kabupaten Pamekasan dalam mengelola sampah dengan sistem sanitry lanfill.

Anggaran Rp 15 M untuk pembangunan sistem sanitary lanfill TPA Angsanah dinilia hanya menguntungkan oknum saja. Karena kegagalan sistem sanitary landfill di TPA Angsanah tidak bisa dilepaskan dari kontruksi yang diduga juga bermasalah. Tutur khairul kalam (ketua Tim Investigasi JCW Jawa Timur). (Anton)

Facebook Comments