Direktur LP3KND, Desak KPK Harus Usut Anggaran Smart City Kota Batu

0
151

Batu, Bratapos.com – Progam yang digadang-gadang menjadi primadona oleh kota Batu berupa Smart City nampaknya masih jauh dari harapan. Batu yang dijuluki Kota Swis kecil dipulau jawa ini meluoncing Smart City pada tanggal (4 /9/17) silam. Sejauh ini Smart City masih sebatas “lipstik” penangannya.

Pandangan itu diungkapkan oleh Direktur Lembaga Pemantau Penyelenggara Pengeluaran Keuangan Negara dan Daerah ( LP3KND) Supriyadi, menyayangkan proyek yang menghabiskan Dana 9,5 M seakan jalan ditempat dan kurang tepat sasaran. Pasalnya luas wilayah Kota Batu yang hanya 203,30 kilo meter jumlah penduduk 213 jiwa, terdiri dari 24 desa kelurahan dan 3 kecamatan. Bandingkan dengan Kabupaten Malang yang terdiri dari 33 kecamatan proyek Smart City hanya menghabiskan dana10 M.

“Penegak hukum harus turun tangan melidik mega proyek ini. Karna smart city di Kota Batu kurang efektif dan terkesan pemborosan uang Negara. Perangkat mana yang dinilai mahal, jelaskan ke publik,”. Terang pria Alumnus Univesitas Negeri Jakarta itu.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Sugeng Pramono, saat dimintai keterangannya terkait program itu menerangkan.  Bahwa dinas pertanian kebagian 48 pegawai non PNS (PTT). Dari jumlah itu, setiap Desa mendapat jatah 2 pegawai sebagai pendamping. Dalam menjalankan tugasnya, para PTT itu dikawal Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) dari dinas pertanian saat mendatangi para petani dalam hal sosialisasi.

“Jumlah petani di kota Batu itu mencapai puluhan ribu. Untuk itu pihak kita harus telaten untuk memberi pemahaman pada mereka. Karna hal ini juga untuk memudahkan mereka agar pemasarannya lebih efektif. Yang lebih penting lagi kapan mereka panen dapat diketaui, sehingga dapat memutus mata rantai para tengkulak. Mengenai gaji karyawan PTT saya tidak hafal, yang pasti gajinya sudah sesuai standar,” jelas dia.

Ketika disinggung adanya kebocoran dana di dinasnya, buru-buru sugeng membantah. Kalau masalah kebocoran dana di dinas kami tidak ada. Karna anggaran SC itu leading sektornya ada di Dinas Kominfo.

“Kalau mau tahu program smart city ya googling aja, kalau masih gak bisa silahkan datang ke kantor kami, nanti akan dipandu oleh petugas kami,” tutupnya dengan gugup.

Disisi lain  Kepala Desa Beji Kecamatan Junrejo Kukuk Subyianto  memberikan tanggapan yang berbeda, selama program SC berjalan, saya hanya ketemu dua kali sama petugasnya.

“Untuk pemasangan CCTV di desa juga belum ada. Perangkat SC yang dipasang di kantor kami hanya monitor dan PC untuk Teleconfren dengan para pejabat Pemkot Batu, selebihnya tidak ada,” ujarnya singkat. (Dian)

Facebook Comments