by

Bobroknya birokrasi di tunggangi oknum tak bertanggung jawab.

Gresik, BrataPos. Com-Tragis,….Suara mirip Kepala Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik telah beredar dan menghebokan birokrasi yang ada di kabupaten gresik.

Perbincangan terkait adanya pungli DD maupun ADD yang saat ini telah meresakan dan juga menghebohkan kalangan bejabat yang ada di wilaya tersebut.

Kasus ini belum mengalami perkembangan lebih jelas, tidak ada informasi secara resmi dari Pemkab Gresik yang dilontarkan ke Publik terkait penindakan dan penyelidikan atas kebenaran pernyataan Kades yang mengungkap adanya pungli di wilayah Kecamatan Duduksampeyan, bahkan cenderung, menimbulkan aroma busuk di tengah gunjingan Masyarakat yang saat ini menunggu terbuka-nya tabir kebenaran yang diduga sengaja di tutupi.

Ditengarai ada dugaan oknum-oknum yang bermain, berupaya melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait, Berita yang dikonsumsi oleh Masyarakat pun simpang siur memberikan opini publik yang membingungkan Masyarakat.

Hal ini menguatkan asumsi di masyarakat jika Praktik makelar kasus selalu terjadi, Bahkan, makelar itu kadang kala mencari keuntungan pribadi ditengah arus pusaran, anehnya, Mereka malah punya akses ke pihak yang terlibat untuk bisa melakukan komunikasi.

“Kasus-kasus besar seperti ini pasti ada markusnya, kasus jambret saja ada markusnya apalagi kasus seperti ini,” ungkap salah satu penghuni birokrasi yang tidak mau di sebutkan namanya.

Sampai berita ini diturunkan, kamis (17/4) Kades pandanan, abdul wahab maupun Inspektorat selaku instansi yang disebut dalam rekaman tidak dapat di klarifikasi, nomor ponsel cahayabaru.id sengaja diblok oleh Kades dengan indikasi agar tidak bisa melakukan konfirmasi, sedangkan Pihak Inspektorat yang dalam rekaman dituduh menerima pungli saat dihubungi via Ponsel, tersambung namun tidak angkat, hanya camat Duduksampeyan, Suropadi yang mau memberikan keterangan saat dihubungi.

Meski Suara mirip Kades Pandanan, dibantah oleh Abdul wahab di salah satu media online, namun tehnologi Forensika Audio diyakini bisa menjadi pembuktian didalamnya, penerapan ilmu pengetahuan dan metode ilmiah pada barang bukti digital audio untuk mendukung upaya penyidikan, biasanya, pada penelitian dibuat sebuah skema sederhana, selanjutnya melalui skema tersebut dilakukan sejumlah tahapan forensika untuk membuktikan kesamaan sumber suara pada barang bukti dengan rekaman suara sampling.

Teknik yang digunakan adalah melalui pendekatan konsep pitch, analisis statistik Formant dan Bandwidth, graphical distribution dan spectrogram. Terdapat tiga tools utama yang digunakan dalam penelitian ini.

Informasi berhembus, seseorang yang menjadi lawan bicara Suara mirip Kades Pandanan, mengaku siap mengakui dan membuka fakta blak-blakan kepada Publik, bahkan berencana melibatkan pihak lembaga Forensika Audio. (Bnd, tim)

REKOMENDASI UNTUK ANDA