Besaran anggaran Smart City Kota Batu 9 M penuh misteri.

0
193

BATU ( BrataPost)- Besaran anggaran Smart City di Kota Batu,s senial Rp 9 Miliar dinila tidak efektik dan pemborosan uang negara serta ditengarai ada aroma korupsi.
Penilaian tersebut disampaikan Direktur Lembaga Pemantau Penyelenggara Pengeluaran Keuangan Negara dan Daerah ( LP3KND) Supriadi SH.

Menurut Supriadi, degan besaran anggaran Rp 9 miliar yang bersumber dari uang APBD Kota Batu tahun 2016 tersebut, perlu penyelidikan dari Lembaga Antirasuah , Komisi Pemberantasan Kirupsi ( KPK).

Kota Batu bertransformasi menjadi smart city atau kota pintar dengan memanfaatkan broadband dan digitalisasi dengan anggaran sangat fantastis.Namun itu semua terkesan tidak jalan dan tak jelas progresnya,” Kamis 19/4/2018.

Untuk itu,kata Supriyadi, Smart City yang dicanangkan Pemkot Batu, lewat Dinas Kominfo, Siswanto,porsi terbesar ada di bidang pertanian dan pariwisata.Meski begitu,konsep smart city tersebut LP3KND menilai.

“Konsep smart city yang digabungkan pariwisata dan pertanian.Seperti pertanian apel menjadi wisata petik apel. Semuanya bisa diakses melalui teknologi.Bahkan disetiap desa juga disediakan perangkat IT termasuk operator yang membantu masyarakat menampung aspirasi maupun keluhan dari masing-masing desa,itu semua terkesan hanya sebatas berbicara teori saja,” sindir Supriyadi.

Sementara info dari salah satu sumberĀ  pekerja lepas dari Smar citty yang namanya tidak mau disebutkan mengaku kecewa dalam pembayarannya. Selain sering nunggak dan besaran gaji progamer dan pekerja biasa disamakan besarannya upahnya.

Padahal dulu kesepakatannya tidak seperti itu, artinya gaji progamer beda dengan gaji dari pekerja yang biasa.Dan masih ada hal- hal yang lain didalamnya, tapi banyak yang tidak mengerti. Kalau mau diteliti lebih dalam lagi, aparat penegak hukumlah yang bakal bisa masuk dan membongkar ada apa dibalik besaran anggaran smart city itu.

Patut dikata, program itu menyisakan misteri,” keluh sumber ini. Sementara Kadis Kominfo Kota Batu Siswanto membatah tudingan tersebut,. Menurutnya program ini memang belum tuntas semuanya dan masih berjalan. ” kalau masalah gaji dan jumlah karyawan saya tidak hafal brapa nilainya dan brapa jumlah gaji per orang. Progam smart city sudah sesuai standar dan sklinya,” kelit dia singkat ( Dian)

Facebook Comments