Kejari Pamekasan,Di Desak Delapan LSM Serius Tangani Kasus

0
57

PAMEKASAN,Bratapos.com-Puluhan masa dari Delapan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar aksi demo di kantor Kejaksaan Negeri Pamekasan. Mereka mempertanyakan keseriusan Kejari Pamekasan dalam menangani beberapa kasus di Kabupaten Pamekasan, Selasa (17-04-2018).

IMG-20180417-WA0057

Delapan LSM tersebut diantaranya, Komad, Gempa, Gempar, GPRS, Pandawa, Somasi, Panik dan SPMP.

Aksi mereka menuntut Kejari Pamekasan untuk bekerja lebih Profesional, dalam orasinya mereka menilai dalam menangani beberapa kasus yang sudah di laporkan dianggap kurang serius.

IMG-20180417-WA0056

Seperti ungkapan salah satu korlap aksi Zaini Werwer mengatakan bahwa, penegakan supermasi hukum seharusnya memberikan kepastian hukum keamanan, kenyamanan dan keadilan.

Aparat penegak hukum seharusnya menjalankan amanat rakyat, amanah Konstitusi dalam menegakkan hukum secara benar, jujur adil dan transfaran.

“Jangan sampai masyarakat turun tangan karena merasa tidak mendapatkan keadilan dan kepastian hukum, kita tidak ingin masyarakat dan negeri ini hancur gara-gara aparat melindungi orang-orang yang salah,” ucapnya.

Dalam aksinya Zaini Werwer, meminta keseriusan kejaksaan dalam upaya melakukan pencegahan serta penyelamatan kebocoran-kebocoran keuangan negara akibat para koruptor.

Ada lima tuntutan yang di suarakan oleh delapan LSM tersebut, diantaranya meminta usut tuntas dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan embung tahun anggaran 2017 di Dinas Hortikultura dan Perkebunan, Pembangunan gudang penyimpanan garam, Pungutan liar pada Program Prona, Bantuan pupuk organik dan Bantuan sarana dan prasarana untuk pengelola garam.

Sementara Kejari Pamekasan Tito Prasetyo, menanggapi aksi tersebut menyatakan bahwa dirinya sudah bekerja Profesional dalam menagani kasus. Jadi setiap masalah yang disudah dilaporkan ke Kejari Pamekasan pasti akan diproses secara hukum.

“Kami akan menindak lanjuti terkait tuntutan yang di sampaikan dari perwakilan delapan LSM, dan kami dalam melaksanakan tugas sudah bekerja secara profesional, dan siapapun pelakunya akan ditindak apa bila terbukti sudah melanggar hukum,” pungkasnya.

(Anton)

Facebook Comments